Menurut gue, film yang bagus yaitu film yang bisa membawa penontonnya terlarut dalam cerita serta dalam waktu bersamaan film itu berhasil menaik-turunkan perasaan si penonton.
Ngaa jarang faktor itu ditemui di film drama. Film drama adalah film yang bisa membuat kita senang, galau, bahkan sedih. mengapa? Karena ya disitulah kekuatannya, melibatkan konflik atau emosi penonton. Banyak orang yang suka film drama karena ceritanya dekat dengan keseharian dan ga susah dimengerti.
Ngaa jarang faktor itu ditemui di film drama. Film drama adalah film yang bisa membuat kita senang, galau, bahkan sedih. mengapa? Karena ya disitulah kekuatannya, melibatkan konflik atau emosi penonton. Banyak orang yang suka film drama karena ceritanya dekat dengan keseharian dan ga susah dimengerti.
Kalo lo belakangan ini lagi seneng, itu artinya lo lagi
butuh kesedihan (ada gitu orang yang butuh sedih?). nah gue mau membagi
film-film drama yang pernah gue tonton, yang berhasil membuat kesedihan mendalam
ketika gue menontonnya.
Film yang menguras air mata bukan berarti harus sad ending, bisa juga cerita happy
ending namun konflik di ceritanya itu sangat kuat.
Misalnya begini, ada seorang lelaki yang jatuh cinta pada seekor tapir. Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua si lelaki dan orang tua tapir. Mereka pun harus menjalani hubungan diam-diam yang penuh rintangan. lalu saat mereka sedang nonton bioskop ibu si lelaki, melabraknya kemudian menendang kaki tapir. Disitulah konfliknya. dan pada akhirnya, walaupun terpaksa, ibu si lelaki dan ibu tapir merestui hubungan mereka. kemudian si lelaki dan tapir pun hidup bahagi dengan 1 kaki si tapir yang pincang.
Misalnya begini, ada seorang lelaki yang jatuh cinta pada seekor tapir. Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua si lelaki dan orang tua tapir. Mereka pun harus menjalani hubungan diam-diam yang penuh rintangan. lalu saat mereka sedang nonton bioskop ibu si lelaki, melabraknya kemudian menendang kaki tapir. Disitulah konfliknya. dan pada akhirnya, walaupun terpaksa, ibu si lelaki dan ibu tapir merestui hubungan mereka. kemudian si lelaki dan tapir pun hidup bahagi dengan 1 kaki si tapir yang pincang.
sekian.
ITU CERITA APA SIH?!!
Oke skip, gue tau itu gajelas.
Ini dia 5 film yang bisa bikin lo galau. Jangan
lupa buat siapin tisu dan bahu untuk bersandar ketika menangis. Kalo lo jomblo,
jangan khawatir ga ada bahu buat bersandar, masih ada bahu jalan kok yang
sedia untuk tempat bersandar.
You are the Apple of my Eyes adalah film yang diadaptasi
dari novel semi-autobiografi Giddens Ko dengan judul yang sama. Kebetulan gue
udah nonton sekaligus baca the apple of my eye ini. alur cerita dan sifat
karakter antara novel dan filmnya banyak yang berbeda. Menurut gue sih novelnya
ga sebaik pas di film. Entah gue harus menyalahkan penerjemah buku atau emang
penulisnya yang menceritakan kurang baik. Saran gue sih kalo udah nonton film
mending gausah beli novelnya, karena lo gabakal dapet cerita yang lo harapkan.
Balik lagi ke filmnya, Cerita ini bermula dari seorang siswa
bodoh dan pemalas bernama Ko Jin Teng yang dipindahkan tempat duduk oleh gurunya
karena kenakalannya itu. si guru memindahkannya di depan Shin Jiayi yang
terkenal cantik dan pandai. Ia juga meminta Shin Jiayi untuk membantu Ko Jin Teng belajar, nah karena hal ini kebersamaan mereka semakin intens dan
benih-benih cinta mulai tumbuh.
2. I Give My First Love to You
Cerita dari film jepang ini sebenarnya agak klasik dan bisa ditebak dari awal bagaimana kelanjutan keadaan Takuma yang sakit-sakitan. film ini menyajikan cerita yang haru dan menyentuh dari persahabatan masa kecil dua insan manusia yang akhirnya saat remaja menjalin hubungan.
Film ini mencereritakan tentang Hazel Grace, seorang remaja
penderita kanker tiroid stadium 4. Kemana-mana Hazel harus bawa tabung oksigen
untuk membuat paru-parunya bernapas normal. Ibunya membawanya ke kelompok
dukungan. Suatu kelompok tempat berkumpulnya remaja-remaja yang terkena kanker.
di kelompok ini Hazel bertemu dengan Augustus, seorang lelaki yang hot, penderita osteorasma. satu kakinya
sudah diamputasi dan dia berjalan dengan satu kaki palsu meski tertutup dibelakang
celana jinsnya.
Film ini diadaptasi dari sebuah novel karangan John Green. Berbeda
dengan The Apple of My Eye tadi, novel The Fault in Our Star sama baiknya
dibanding filmnya. Bahkan novelnya menjadi salah satu novel favorit gue.
Cerita ini dimulai pada April 1938. Gadis bernama Liesel
Maminger dan adiknya ingin diadopsikan oleh ibu kandungnya yang sebenarnya
untuk kebaikan mereka. Oleh karena, ibunya seorang komunis, sedangkan kala itu
Jerman dibawah kepemimpinan Hitler sangat memusuhi kaum komunis serta yahudi.
Namun, di perjalanan adiknya meninggal.
Film ini ingin menggambarkan bagaimana warga jerman hidup di
zaman kekuasaan dan peperangan di bawah kepemimpinan Hitler. Debaman bom tak
terelakkan, bocah disana juga harus siap ditinggal bapaknya yang diwajibkan
membela negara ke medan perang.
Selain cerita The book Thief sangat menyentuh kalbu, film
ini juga menginspirasi. Terutama bagi seorang yang suka membaca dan yang ingin
menjadi penulis.
Buat para remaja-remaja galau, yang baru diputusin pacar aja
udah ampe nangis darah, lo harus nonton film ini. kehilangan lo engga seberapa
dibandingkan kehilangan yang harus dialami Liesel Malminger.
Inilah film yang membuat predikat gue sebagai lelaki-sejati- yang-selalu-tegar-dan-sayang-mama
harus tercoreng. Ya, film ini sukses bikin setiap orang yang menontonnya
berkaca-kaca bahkan hingga menitikkan air mata. Kalau aja seluruh warga Jakarta
mengadakan nonton bareng film ini, gue yakin sekarang Jakarta udah tenggelam
oleh lautan air mata.
Miracle in Cell no.7 adalah film asal korea yang dimana
korea itu terkenal dengan film drama-drama unyunya itu. tapi film ini tidak
menceritakan tentang cerita begitu.
Fim ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama ye seung yang
mempunyai ayah yang mempunyai kelainan mental. Ayahnya ini dituduh telah
membunuh sehingga harus dipenjara. ye seung tentu sedih sekali karena hanya
ayahnya satu-satunya orang tua yang merawatnya, ibunya gatau dah kemana. Lalu,
dengan bantuan teman-teman penjaranya, gadis kecil ini bisa dibawa masuk
kedalam penjara tanpa sepengengatahuan polisi. dan nanti pada akhirnya….
Hiks gue udah gakuat lagi untuk bercerita, sedih banget.
*ngelap air mata*
udah mending lo
tonton sendiri aja. Miracle in Cell no.7 ini pokoknya sangat wajib ditonton
banget sekali deh. (apaansi ribet banget bahasanya)
nah itu lah film yang menurut gue bisa bikin galau sambil nyilet-nyilet lidah. sebenarnya ada lagi film-film yang pernah gue tonton dan bikin sedih, kaya misalnya, Hachiko sama Pursuit of Happiness. cuma udah pernah sedikit gue tulis disini.
kalo lo sendiri, ada ngga film yang membuat lo sedih?


















