Film-Film yang Menguras Air Mata


Menurut gue, film yang bagus yaitu film yang bisa membawa penontonnya terlarut dalam cerita serta dalam waktu bersamaan film itu berhasil menaik-turunkan perasaan si penonton. 

Ngaa jarang faktor itu ditemui di film drama. Film drama adalah film yang bisa membuat kita senang, galau, bahkan sedih. mengapa? Karena ya disitulah kekuatannya, melibatkan konflik atau emosi penonton.  Banyak orang yang suka film drama karena ceritanya dekat dengan keseharian dan ga susah dimengerti.

Kalo lo belakangan ini lagi seneng, itu artinya lo lagi butuh kesedihan (ada gitu orang yang butuh sedih?). nah gue mau membagi film-film drama yang pernah gue tonton, yang berhasil membuat kesedihan mendalam ketika gue menontonnya.

Film yang menguras air mata bukan berarti harus sad ending, bisa juga cerita happy ending namun konflik di ceritanya itu sangat kuat.

Misalnya begini, ada seorang lelaki yang jatuh cinta pada seekor tapir. Namun, hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua si lelaki dan orang tua tapir. Mereka pun harus menjalani hubungan diam-diam yang penuh rintangan. lalu saat mereka sedang nonton bioskop ibu si lelaki, melabraknya kemudian menendang kaki tapir. Disitulah konfliknya. dan pada akhirnya, walaupun terpaksa, ibu si lelaki dan ibu tapir merestui hubungan mereka. kemudian si lelaki dan tapir pun hidup bahagi dengan 1 kaki si tapir yang pincang. 
sekian.

ITU CERITA APA SIH?!!

Oke skip, gue tau itu gajelas.

Ini dia 5 film yang bisa bikin lo galau. Jangan lupa buat siapin tisu dan bahu untuk bersandar ketika menangis. Kalo lo jomblo, jangan khawatir ga ada bahu buat bersandar, masih ada bahu jalan kok yang sedia untuk tempat bersandar.

1. You are the Apple of My Eye

You are the Apple of my Eyes adalah film yang diadaptasi dari novel semi-autobiografi Giddens Ko dengan judul yang sama. Kebetulan gue udah nonton sekaligus baca the apple of my eye ini. alur cerita dan sifat karakter antara novel dan filmnya banyak yang berbeda. Menurut gue sih novelnya ga sebaik pas di film. Entah gue harus menyalahkan penerjemah buku atau emang penulisnya yang menceritakan kurang baik. Saran gue sih kalo udah nonton film mending gausah beli novelnya, karena lo gabakal dapet cerita yang lo harapkan.

Balik lagi ke filmnya, Cerita ini bermula dari seorang siswa bodoh dan pemalas bernama Ko Jin Teng yang dipindahkan tempat duduk oleh gurunya karena kenakalannya itu. si guru memindahkannya di depan Shin Jiayi yang terkenal cantik dan pandai. Ia juga meminta Shin Jiayi untuk membantu Ko Jin Teng belajar, nah karena hal ini kebersamaan mereka semakin intens dan benih-benih cinta mulai tumbuh.

Bagaimana cerita selengkapnya? Silakan cari di toko dvd bajakan terdekat.






2. I Give My First Love to You

Cinta Takuma mempunyai batas waktu. Ia mempunyai jantung yang lemah. Disaat umut 8 tahun ia tidak sengaja mendengar percakapan dokter dengan orang tuanya bahwa ia tidak akan hidup lebih dari umur 20 tahun. dihancurkan dengan kenyataan ini, dia tidak kehilangan harapan untuk hidup. Harapan ini juga tumbuh karena ada perempuan (teman Takuma dari kecil yang juga mendengar percakapan itu) yang menemani sepanjang hidupnya.

Cerita dari film jepang ini sebenarnya agak klasik dan bisa ditebak dari awal bagaimana kelanjutan keadaan Takuma yang sakit-sakitan. film ini menyajikan cerita yang haru dan menyentuh dari persahabatan masa kecil dua insan manusia yang akhirnya saat remaja menjalin hubungan.




3. The Fault in Our Stars
Film ini mencereritakan tentang Hazel Grace, seorang remaja penderita kanker tiroid stadium 4. Kemana-mana Hazel harus bawa tabung oksigen untuk membuat paru-parunya bernapas normal. Ibunya membawanya ke kelompok dukungan. Suatu kelompok tempat berkumpulnya remaja-remaja yang terkena kanker. di kelompok ini Hazel bertemu dengan Augustus, seorang lelaki yang hot, penderita osteorasma. satu kakinya sudah diamputasi dan dia berjalan dengan satu kaki palsu meski tertutup dibelakang celana jinsnya.

Film ini diadaptasi dari sebuah novel karangan John Green. Berbeda dengan The Apple of My Eye tadi, novel The Fault in Our Star sama baiknya dibanding filmnya. Bahkan novelnya menjadi salah satu novel favorit gue.

Demi apapun film ini sedih banget deh. Lebih sedih dibanding kisah Nassar-Musdalifah.





4. The book Thief

Cerita ini dimulai pada April 1938. Gadis bernama Liesel Maminger dan adiknya ingin diadopsikan oleh ibu kandungnya yang sebenarnya untuk kebaikan mereka. Oleh karena, ibunya seorang komunis, sedangkan kala itu Jerman dibawah kepemimpinan Hitler sangat memusuhi kaum komunis serta yahudi. Namun, di perjalanan adiknya meninggal.

Film ini ingin menggambarkan bagaimana warga jerman hidup di zaman kekuasaan dan peperangan di bawah kepemimpinan Hitler. Debaman bom tak terelakkan, bocah disana juga harus siap ditinggal bapaknya yang diwajibkan membela negara ke medan perang.

Selain cerita The book Thief sangat menyentuh kalbu, film ini juga menginspirasi. Terutama bagi seorang yang suka membaca dan yang ingin menjadi penulis.

Buat para remaja-remaja galau, yang baru diputusin pacar aja udah ampe nangis darah, lo harus nonton film ini. kehilangan lo engga seberapa dibandingkan kehilangan yang harus dialami Liesel Malminger.





5. Miracle in cell no.7


Inilah film yang membuat predikat gue sebagai lelaki-sejati- yang-selalu-tegar-dan-sayang-mama harus tercoreng. Ya, film ini sukses bikin setiap orang yang menontonnya berkaca-kaca bahkan hingga menitikkan air mata. Kalau aja seluruh warga Jakarta mengadakan nonton bareng film ini, gue yakin sekarang Jakarta udah tenggelam oleh lautan air mata.

Miracle in Cell no.7 adalah film asal korea yang dimana korea itu terkenal dengan film drama-drama unyunya itu. tapi film ini tidak menceritakan tentang cerita begitu.

Fim ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama ye seung yang mempunyai ayah yang mempunyai kelainan mental. Ayahnya ini dituduh telah membunuh sehingga harus dipenjara. ye seung tentu sedih sekali karena hanya ayahnya satu-satunya orang tua yang merawatnya, ibunya gatau dah kemana. Lalu, dengan bantuan teman-teman penjaranya, gadis kecil ini bisa dibawa masuk kedalam penjara tanpa sepengengatahuan polisi. dan nanti pada akhirnya….

Hiks gue udah gakuat lagi untuk bercerita, sedih banget. *ngelap air mata*

udah mending lo tonton sendiri aja. Miracle in Cell no.7 ini pokoknya sangat wajib ditonton banget sekali deh. (apaansi ribet banget bahasanya)







nah itu lah film yang menurut gue bisa bikin galau sambil nyilet-nyilet lidah. sebenarnya ada lagi film-film yang pernah gue tonton dan bikin sedih, kaya misalnya, Hachiko sama Pursuit of Happiness. cuma udah pernah sedikit gue tulis disini. 

kalo lo sendiri, ada ngga film yang membuat lo sedih?

Negeri di Atas Awan



Menurut ilmu psikologi, kebahagian travelling sudah bisa didapat saat kita merencanakannya. Meski begitu, gue sebenarnya lebih suka kalo traveling itu engga direncanain dari jauh-jauh hari. Mengapa? karena biasanya, nanti rencana tersebut hanya berakhir menjadi ketidakjadian. Udah dapet kebahagiaan pas ngerencanain segalanya, kemudian tiba-tiba rencana itu batal, kan jadi sakitnya tuh di sini…

Banyak faktor yang mendukung rencana travelling terealisasi. Diantaranya teman, uang, dan waktu. Kadang temen ada, uang dan waktu ga ada. Waktu udah ada, temen dan uangnya ga ada. Waktu dan uangnya udah ada, temennya yang engga ada. Ada aja yang kurang.

Awalnya gue ga menuliskan rencana travelling kemana pun dalam resolusi tahun 2015. Hingga semua itu berubah sejak kak susan dan kak adam dalam blognya pergidulu mengadakan kuis yang bertemakan “what’s your travel plan in 2015?”

Gue pun terpaksa harus memikirkan rencana travelling untuk bisa dituliskan. Sampai, gue teringat pada sebuah ide seorang teman tahun lalu. Dia bilang bahwa ada sebuah desa di Jawa Timur yang berada di atas awan, yang tahun lalu kami ingin kunjungi. Akan tetapi, rencana itu batal dilakukan karena satu dan lain hal.

Nah, gue pengen memasukkan tempat itu kembali pada rencana travelling di 2015. Sebenarnya kalo disuruh milih, ya gue lebih milih ke luar negeri, semisal menonton sepakbola di Liverpool atau berkeliling di sepanjang kanal Vanezia atau mungkin sekadar main karambol di bawah Menara Eiffel. 
Tapi buat seorang mahasiswa semester 1 yang masih merengek uang jajan sama orang tua, Jawa Timur menjadi destinasi yang lebih realistis.

Mungkin di Indonesia sendiri, desa ini tidak se-terkenal Pantai Kuta di Bali, Pulau Komodo di Nusa Tenggara atau Taman Laut Bunaken. Meskipun tempat ini tidak atau mungkin lebih tepatnya belum terkenal, bukan berarti desa di atas awan tidak menarik dikunjungi.  

Sebenarnya desa ini masih merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro sekitar 40 km dari Kota Lumajang. Desa ini lebih dikenal dengan B-29 Lumajang. Kalau lo pikir desa ini disebut B-29 karena memproduksi pesawat atau nuklir, jawabannya salah. Desa ini disebut B-29 karena letaknya yang berada 2.900 meter diatas permukaan air laut.

Penduduk sekitar sering menyebut desa ini sebagai Negeri di Atas Awan. Menurut info, akses jalannyanya agak susah karena harus melalui jalan terjal yang licin dan berliku sehingga masih jarang wisata umum yang mau mengunjungi tempat ini.

Perjalanan travelling ini mungkin bakal terjadi di pertengahan tahun saat liburan semester ganjil yang terbilang panjang. Dan tentunya akan tercapai kalo 3 faktor (uang, waktu, dan teman) ada di waktu yang bersamaan.

Alangkah lebih lengkap lagi jika perjalan nanti bisa mengabadikan momen dengan kamera Canon Powershot SX400 IS yang menjadi hadiah dari kuis ini. Dan katanya, kamera ini zoomnya bisa sampai 30x. wow! Mungkin, bidadari lagi mandi di awan bisa keliatan tuh :p

sumber foto

sumber foto




Sampai bertemu lagi, Kapten!

Sampai bertemu lagi, Kapten!


1 Januari 2015. Pergantian tahun baru dirayakan di seluruh dunia dengan suka cita. Semua kalangan masyarakat, mulai dari para pejabat hingga gepeng di pinggir jalan, terjaga hingga larut hanya untuk menyaksikan kembang api yang menggelegar di langit-langit. semua gembira.

Semua orang bisa menikmatinya dengan caranya sendiri. Semisal minum teh di teras rumah, mendengarkan musik, atau hanya tidur di sepanjang hari. Namun, untuk pemain sepak bola professional di liga inggris harus menghabiskan perayaan tahun baru dengan bola. Tidak seperti Serie A, La Liga, dan liga-liga besar di belahan eropa yang memilih untuk meliburkan jadwal pertandingan ketika tahun baru.

Saya, atau mungkin kami, sebagai pendukung Liverpool tak bisa berlama-lama menikmati euphoria tahun baru. Malah kami harus menerima kesedihan yang tak pernah terbayang sebelumnya.

Malam itu Liverpool berhasil ditahan imbang oleh tim juru kunci liga, padahal awalnya berhasil unggul 2 gol lebih dulu dari sepakan sang kapten dari titik pinalti. Bukan, bukan hal itu yang membuat para fans sedih (sejujurnya kami sudah terbiasa dengan hasil buruk),  tapi kejadian berjam-jam setelah pertandingan itu.

Saya baru saja terbangun dari tidur. Melakukan ritual meminum segelas air putih lalu melihat apa yang terjadi di dunia lewat aplikasi bernama twitter. Ternyata pagi itu linimasa saya sudah ramai, akun-akun bola dan fanbase si merah membahas satu topik sama dengan kalimat yang berbeda-beda.
‘akhir musim Gerrard akan meninggalkan Liverpool’
Saya hanya bisa menggeram dalam hati. “lelucon macam apa ini?! ah mungkin saya masih bermimpi”

──


Pemain yang di cap sebagai pemain loyal menggegerkan dunia pesepakbolaan dunia. Stevie memilih hengkang dari klub yang sudah dibelanya sejak umur 8 tahun. Ia pun harus melepaskan label one-man-club, dimana pada era modern ini memang sulit dijumpai.

Icon, bintang, legenda hidup, kapten fantastic, bagaimanapun menyebutnya, pria itu bernama Steven George Gerrard.  Stevie pernah dipuja setinggi langit, tetapi belakangan ini banyak kopites sering mengkritisinya karena performanya yang buruk. Meski ada pula kubu berpandangan subjektif yang memuja Gerrard dan menginginkannya bermain di setiap pertandingan (saya dikubu yang subjektif).

Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Gerrard. Tidak bisa dipungkiri Gerrard adalah pemain paling dicintai oleh para kopites. Setajam apapun kritikan yang dilontarkan padanya adalah bentuk kecintaan yang begitu dalamnya pada sang kapten. Dan percayalah, sampai kontrak Gerrard yang akan habis di pertengah 2015 nanti. Tidak ada seorang pun yang akan mengkritisinya.

──

Suatu sore yang cerah di Liverpool, lebih tepatnya di Melwood, pemain-pemain dari Liverpool FC baru saja menyelesaikan latihan rutinnya. Semua pemain bergegas mandi. Namun, ada satu pemain yang masih duduk di gimnasium sendirian. Si pemain bernomor delapan.
Tidak lama berselang, seorang pria dengan raut wajah yang serius mendekati si pemain bernomor delapan
           
 “jadi gini capt, gue rasa performa lo dalam bermain udah menurun.”  pria tua itu berkata tanpa basa-basi. Si pemain bernomor delapan menyimak dengan takzim. Lalu si pria tua kembali melanjutkan perkataannya.
            
“gue rasa klub akan membatasi intensitas waktu bermain lo.”
Terjadi keheningan beberapa saat. Air muka si pemain bernomor 8 tetap tegas, tidak terkejut dengan perkataan si pria tua.
           
 “oke coach, lakukan apa yang terbaik menurut klub, gue bakal tetap berusaha memberikan yang terbaik meski harus bermain dari bangku cadangan.” ucap pemain bernomor 8.

ketika menyetir di perjalanan pulang, ucapan si pria tua terngiang-ngiang di pikiran pemain nomor delapan. ia sebenarnya tahu ini untuk kebaikan bersama, akan tetapi untuk pemain yang sudah bertahun-tahun menjadi pemain inti, hal ini sulit diterima. Timbullah perasaan yang hanya terpikir setelah malam pertandingan di Istanbul.

Ini waktu yang tepat.


──

Gerrard dan Liverpool ibarat sepasang suami istri yang sudah ditakdirkan bersama namun tidak pernah dikaruniai seorang pun anak.  Anak tersebut adalah trofi Primer League. 17 tahun bersama tanpa mendapatkan seorang ‘anak’ bukan hal yang mudah diterima oleh hati dan akal sehat. Walakin, bukan karena itu gerrard memutuskan untuk pergi. mencari pengalaman baru yang berbeda yang mendasari keputusannya meninggalkan sang kekasih.

Disaat menjelang kepergiannya, ia masih sempat-sempatnya memikirkan sang kekasih. Gerrard memastikan tak akan bergabung dengan tim rival atau tim manapun yang berkompetisi bersama Liverpool. Sesuatu yang tak akan pernah dilakukan oleh Robin Van Persie, Cecs Fabregas dan bahkan haram hukumnya bagi Zlatan Ibrahimovic.

Musim 2013/2014 Gerrard dan Liverpool hampir saja mendapatkan gelar yang selama ini diidamkan. Ya, hampir. tapi kata Ariana Grande, almost is never enough.

Setiap musimnya, trofi Primer League mendapat prioritas tertinggi pada resolusi klub Liverpool (termasuk pemain, stuff pelatih, para fans, dan tukang kebun Anfield). Namun dari setiap pemain Gerrard lah yang mempunyai ambisi terbesar mendapat gelar ini. sayangnya dia sendiri yang melepaskannya tahun lalu, lewat kepleset spektakulernya (meski sebenarnya bukan hal itu yang sepenuhnya menggagalkan juara).

──

pada masa keemasannya, Gerrard adalah gelandang yang tak kenal lelah. Ia juga siap menekel lawan yang dianggap mengambil bola miliknya. Sering, ia mengirimkan umpan jauh kedepan dan jika menurut dia jaraknya pa,s ia akan menendangnya langsung tanpa harus memikirkan rasionalitas sudut tembak .

Dan para penonton hanya bisa tercengang sembari berkata “kampret! Kok bisa?”

Ya, itulah Gerrard pada masa keemasan. Pada usia yang sudah tidak lagi muda, Gerrard tidak lagi bermain seenergik dulu. Bahkan statistik selama setengah musim ini berbicara bahwa Liverpool lebih sering menang jika Gerrard tidak menjadi starter.

Andai ia akan terus bermain di Anfield mungkin dirinya nanti akan jadi penghangat bangku cadangan seperti Totti atau Giggs.

Totti dan Giggs mempunyai kesamaan jiwa dengan Sutan Sjahir. Lebih memilih cara-cara yang moderat dan mengedepankan diplomasi dalam berurusan dengan lawan. Meski sering dicadangkan di usia senjanya, mereka tetap memilih bertahan di klub yang telah membesarkan namanya. Di bangku cadangan pun ia bisa membantu timnya dengan diplomasi dengan pelatih serta memimpin dan membimbing rekan-rekannya.

Gerrard pun bisa saja seperti itu. tapi, jiwanya bukan Sutan Sjahir. Jiwanya adalah Tan Malaka. Memilih cara revolusi sosial melalui perlawanan angkat senjata. Ia tahu betul, selama ia menjadi pemain professional ia akan berperang di lapangan, tidak dengan berdiplomasi di bangku cadangan. dan selama hatinya masih ingin bermain bola, ia akan terus bermain. – walau harus meninggalkan sang kekasih, Liverpool.

──

Untuk stevie
Dimana pun anda berlabuh, saya akan selalu mendukung penuh dan saya akan tetap menjadi fans berat anda.
Saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal. karena semua yakin anda akan kembali ke club ini dengan rasa rindu yang tak terelakkan. Duduk bersama para petinggi klub lalu menandatangani kontrak sebagai kepala manager. Dan akhirnya anda akan melahirkan anak yang telah lama anda impikan, ‘trofi Primer League’

Sampai bertemu lagi, kapten!






sumber
foto : liverpoolfc.com
video : youtube.com

Tahun Baru, Semangat Baru, Resolusi Baru

Tahun Baru, Semangat Baru, Resolusi Baru

Pergantian tahun baru 2015 tinggal menghitung detik. lebih tepatnya 18.120 detik lagi.

365 halaman buku kehidupan telah tertulis, buku kehidupan yang telah kita tulis berbeda dengan buku fiksi/nonfiksi yang bisa diedit sesuai yang penulisnya mau. buku kehidupan pada tahun-tahun sebelumnya tidak bisa diedit, tidak bisa dirubah barang satu huruf saja. namun yang bisa kita lakukan adalah membuat buku selanjutnya jadi lebih baik.

Perbaikan dan harapan yang bisa membawa kita menjadi lebih baik. Hal inilah yang biasa disebut resolusi.

Setiap orang punya pandangan berbeda menatap resolusi. ada yang memandangnya serius, ada juga yang memandangnya nidji #bodoamatjem

ada yang ngerasa perlu, ada yang ngerasa ngga perlu. Kalo gue sendiri ngerasa perlu. 2 tahun belakangan ini gue menuliskan resolusi gue di binder (walau sebagian besar resolusi itu gagal tercapai).

Kegagalan itu membuat gue menginstropeksi kesalahan apa yang membuat resolusi gagal tercapai. Dengan mudah gue langsung tau jawabannya. Pertama, karena resolusi yang gue tulis cuma sekedar ditulis, ngga ada keseriusan dalam menggapainya. Kedua, gue menulis resolusi itu dalam keadaan mabok miras oplosan yang akhirnya membuat gue tidak realistis dalam berpikir.

Alhamdulillah tahun ini gue udah ngga mabok miras oplosan jadi gue bisa berpikir secara rasional. Tahun ini gue lebih realistis, engga lagi-lagi deh beresolusi bisa ngupil sambil kayang atau berharap mendengar limbad nyanyi. Sulit bro.

Tahun ini pula gue memilih untuk menulis resolusi di blog agar dilihat banyak orang dan temen-temen gue. hal ini dilakukan bukan semata-mata cuma nambahin postingan aja. Iya, itu juga alasannya sih. Tapi yang utama, gue pengen memberikkan tekanan sosial pada diri gue.

jika mempublish resolusi kita lalu tulisan kita dibaca banyak orang, maka kita akan lebih berusaha menggapai tujuan kita, karena kita akan merasa malu atau gengsi kalau tujuan ga tercapai di akhir tahun.

seorang filsuf abad 220 Sebelum Masehi  yang bernama Mamat Tompel pernah berkata “seseorang yang bekerja di bawah tekanan, akan berlari lebih cepat dari biasanya”

resolusi yang akan gue tulis ini terbilang baru, belum pernah gue tulis di tahun-tahun sebelumnya.
so, here are my resolution for 2015

1.  memulai aksi untuk menulis novel
gue udah pernah bikin cerpen atau puisi, sedangkan novel belum pernah sama sekali tersentuh, padahal pikiran untuk membuat novel udah ada, cuma aksi aja yang belum ada. Mulai tahun depan gue harus mulai memikirkan tema dan sudah harus mulai menulis paragraf pertama. 

2. pengen karya gue terpampang di media
Gue pengen ngeliat cerpen atau puisi gue di koran atau majalah. Sebenarnya tahun 2014 setidaknya gue udah mengirimkan sedikit cerpen gue ke majalah yang menerima cerpen-cerpen remaja. Tapi ga ada balesan, yang secara tidak langsung artinya cerpen gue ditolak! Yak, sakitnya tuh disini…di perut *ternyata gue laper*

3. mengikuti marathon dan juara
Tahun ini gue menetapkan bahwa minimal dalam satu tahun gue mengikuti 1 event lari marathon.  2 marathon  gue ikuti di 2014. Untuk prestasi awal gue dalam hal ini cukup baik. Marathon pertama gue berhasil masuk 50 besar dari peserta sekitar 500an orang dan marathon kedua gue berhasil masuk 10 besar dari sekitar 100an orang.

Kedua marathon yang gue ikuti itu bertajuk charity, cuma kaya fun-fun aja, jadi belom bisa dibilang prestasi juga sih. Makanya 2015 gue pengen ikut event yang lebih kompetitif. Oh iya, ini marathonnya cuma 5 km, belom kuat gue kalo lebih.


Untuk mencapai target ini gue bakal sering latihan. Latihan tentunya dalam bentuk jogging. Tapi kalo gue lagi bosen jogging, mungkin gue lebih memilih ngejambret di pasar. Lebih greget larinya.  

4.  makin rajin nulis di blog dan pembaca semakin banyak
Pembaca gue sekarang ini sekitar 10 ribu. nah di akhir tahun depan gue menargetkan angka 30 ribu. Caranya yang pasti dengan harus lebih rajin posting dan menciptakan tulisan yang menarik.

Sebenarnya masih banyak lagi, tapi kayanya kebanyakan kalo harus dijabarin semua disini. Setidaknya 4 resolusi itu yang prioritasnya lebih tinggi dibanding resolusi yang lain.

Sekali lagi, ada yang merasa perlu dengan resolusi ada pula yang tidak. Kalo lo ngerasa perlu, sebaiknya resolusi itu dituliskan, jangan hanya disimpen di otak. Percayalah, Jika cuma disimpen di otak, sebulan setelah tahun baru juga udah ga inget lagi tuh resolusinya. Jadi sebaiknya resolusi itu dituliskan trus ditaruh di tempat yang sering dilihat. Tulis di jidat lo kalo perlu sekalian.

Jadi, lo itu tipe orang yang punya resolusi atau yang engga? kalau punya, apa aja resolusinya?

“Resolusi akan lebih berkelanjutan bila kita berbagi, baik dalam hal dengan siapa anda berbagi manfaat dari resolusi anda, dan dengan siapa anda berbagi jalan untuk menjaga resolusi anda. Rekan-dukungan yang membuat perbedaan dalam tingkat keberhasilan resolusi tahun baru” –Frank Ra 

Tour de Malang


tanggal 17 oktober lalu gue baru aja pergi ke Malang. Gue kesana untuk membela kampus gue pada turnamen sepakbola brawijaya national championship.

Sejatinya gue belom pernah ke Malang, jadi gue cukup antusias juga ketika dipercaya oleh ukm bola untuk berangkat ke Malang. 

Gue dan tim berangkat dari Depok jam 1 Pagi di hari jumat dan tiba di Malang atau tepatnya di Kota Batu sekitar pukul 7 pagi di hari minggu. Berarti 28 jam dihabiskan buat duduk manis di bis.

kami menginap di sebuah home stay yang ukurannya lumayan besar, cukup untuk 18 orang. letaknya diapit oleh 2 gunung yang besar (agak ambigu si nih).jadi, kalo kita keluar home stay trus menghadap barat bakal terlihat gunung panderman, sedangkan kalo menghadap timur, gue juga gatau namanya, pokoknya ada gunung juga.

disana itu adem bener. walaupun mataharinya panas tapi udaranya sejuk. maklum norak, anak jakarta kan biasanya panas-panasan. mungkin kalo di jawa barat, kota batu itu ibaratnya puncak kali ya.

baru jam 7 sampe, jam 1 nya kami udah harus bertanding. kebayang deh tuh capeknya kaya gimana


kedua tim siap memasuki lapangan. sebelum masuk lapangan, wasit sempat memeriksa kuku-kuku pemain dan kuku yang panjang harus digunting dulu. lebay banget, emang eke maenannya cakar-cakaran apa. grrrr


saat melawan Undip

ini sesi foto sebelum pertandingan. gue dipercaya pelatih untuk menjadi starting line-up. gue tidak bermain dengan maksimal alhasil gue diganti di babak pertama. pffftt

sesi foto saat pertandingan ke 2 melawan Unesa

keesokan harinya kami harus menjalani pertandingan lagi. kembali, gue menjadi starting line-up. kali ini permainan gue lumayanlah, ga buruk-buruk amat. tapi gue juga harus digantikan di babak ke 2 gara-gara cedera.

gue cedera karena, gue lagi megang bola nih, trus direbut sama musuhnya, anggaplah namanya toto. saat bola direbut, kaki gue ketendang ama toto. berhubung keadaan tim lagi kalah dan gue belom mandi, gue pun kesel. gue kejar bola itu, lalu menghantam kaki si toto.

Priiiiitt! wasit meniup peluitnya tanda pelanggaran. memberikan kartu kuning ke gue

dia tersungkur. gue juga. saat tabrakan itu betis gue malah ketarik dan keram. gue harus dirawat medis, sedangkan dia bisa langsung main lagi. kampret emang.
gue pun tidak bisa melanjutkan pertandingan, dan sampe balik ke home stay gue harus jalan pincang-pincang,

pesan moral dari kejadian ini : jika kamu berusaha melukai orang, maka kamulah yang akan terluka. 

si toto pasti lagi cekikikan nih kalo baca ini




ketika gue mengeluarkan jurus elang membelah lautan

seluruh pemain beserta pelatih. kalo mau cari gue, gue yang berdiri jinjit :)

priiiiittt...priiiittt....priiiiiitt! peluit panjang dibunyikan. kami kalah.

meskipun kami kalah, kami tetep gak menang.
kami gagal juara di turnamen ini, tapi gue selalu inget : 
"kegagalan adalah kegagalan-kegagalan lain yang tertunda keberhasilan yang tertunda."
cuma ada satu kegagalan yang tidak jadi keberhasilan, yaitu gagal ginjal. kalo gagal ginjal buru-buru ke dokter deh lo.
memang kami tidak membawa uang dan piala. tapi kami membawa banyak pengalaman berharga dan menambah jam terbang yang nilainya lebih penting dari nilai material
semoga di turnamen-turnamen berikutnya gue masih dipercaya oleh pelatih untuk masuk tim dan bisa ngangkat piala. amin.






6 Penyebab Blogger Males Nulis


wakwaw! Ketemu lagi nih sama gue setelah sekian lama ga posting. udah lama juga ga nulis di blog, terakhir nulis waktu itu presidennya masih SBY, pas nulis lagi presidennya udah ganti Jokowi.

merasa berdosa banget sebenarnya gue melewatkan 1 bulan tanpa menulis 1 postingan pun. padahal gue udah bilang ke diri gue sendiri bahwa setiap bulannya minimal gue harus posting 1 tulisan ke blog. ya maklumlah manusia memang tempatnya salah dan khilaf

Salah satu faktor gue ga sempet untuk nulis di blog adalah karena sibuk. gue harus kerja rodi (baca : kuliah) dari senin ampe sabtu. belum lagi gue harus latihan sepak bola di hari senin dan rabu. belom lagi gue harus mengerjakan tugas. belom lagi gue harus menyapu, mengepel lantai, mencuci baju, jemur pakaian dan masih banyak lagi kerjaan gue (gue mahasiswa apa pembantu rumah tangga sih ?)

gue libur cuma hari minggu. sibuk banget kan ? nah makanya itu, saking sibuknya, kadang gue napas aja sampe lupa. huft.

faktor lainnya yang membuat gue tidak mengeluarkan postingan adalah karena malas!
sesibuk-sibuknya mahasiswa pasti masih punya waktu luang, apalagi gue masih semester 1. 
sesibuk apasih sebenarnya mahasiswa semester 1 ?

ya jadi faktor sibuk itu adalah kedok untuk menutupi kemalasan gue. sebenarnya waktu mah ada aja, tapi pas waktu itu ada, pikiran gue "ah capek nulis besok aja deh", trus besoknya bilang "besok aja deh", besoknya bilang "besok aja deh", terussssss ampe pak haji udah pulang dari mekah tetep aja bilang besok.

karena kejadian ini, gue pergi bertapa di bawah air terjun niagara untuk mencari wangsit dan melakukan riset tentang penyebab mengapa blogger malas untuk menulis.

Dan inilah 6 penyebab blogger malas menulis

     1.  Kurangnya Motivasi
 gif from here
setiap tindakan yang kita lakukan pasti didasari oleh motivasi. misalnya ketika lo menjalani dunia perkuliahan, motivasinya adalah agar mendapatkan gelar sarjana. ketika lo mencopet, motivasinya adalah agar mendapatkan banyak uang, dan lainnya. 

nah lo harus tau motivasi lo nulis itu untuk apa, karena yang gue liat dari blog temen-temen gue yang udah-udah, mereka yang posting tanpa tujuan atau cuma copy-paste artikel orang, tidak bertahan lebih dari 1 tahun.

     2.  Kurangnya persiapan amunisi
gif from here

jika kita ingin menulis tentunya kita harus mempersiapkan amunisinya. 
apa itu amunisinya ? amunisinya ya materi-materi yang akan kita sampaikan.
dari mana materi-materi itu didapat ? ya dari membaca.

kalau lo mau menulis cerita horror banyak-banyak ah lo baca cerita horor, begitupun kalo lo mau menulis cerita cinta, banyak-banyaklah membaca cerita cinta. 

memang kalau bicara tentang menulis itu tidak akan bisa dilepaskan dengan membaca. ibaratnya bacaan itu adalah benang, sedangkan tulisan itu adalah sebuah baju. jika ingin membuat baju berarti kita harus mengumpulkan banyak benang

intinya semakin banyak membaca, semakin mudah menulis.

bahkan, Allah SWT menurunkan ayat al Quran kali pertama yaitu berbunyi IQRA, yang artinya bacalah! 

catet! tumben-tumbenan tuh gue ngomong keren... *kibas rambut* *padahal botak*

        3. Terlalu sering buka media sosial
thanks to uploader

Tidak bisa dipungkiri lagi, socmed sudah menjadi bagian dalam kehidupan sekarang. Belakangan ini memang socmed sangat digemari oleh masyarakat terutama remaja. Dengan socmed ini kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja. bisa berinteraksi tanpa memikirkan jarak, waktu, dan tempat.

namun terlalu sering bermain social media, bisa menghambat produktivitas. 
Bentar-bentar buka facebook, bentar-bentar buka twitter, bentar-bentar buka path, bentar-bentar buka sikit joss! 
Kalau udah begitu, kapan mau nulisnya?

         4.  Kurang waktu sendirian
pict from here

“menulis adalah mencecap kesendirian; terjun ke ruang batin kita yang paling dalam”  Franz Kafka

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan kesendirian, gabisa rame-rame. Kalo mau rame-rame, maen bola aje sono.
Maksud gue adalah, kita suka banget pasti nongkrong-nongkrong atau bahasa kerennya hang out lah. entah hang out bareng pacar, hang out bareng temen, atau hang out bareng pacarnya temen.

memang hang out itu juga penting, bisa buat mencari inspirasi-inspirasi
tapi di batesin waktu buat hang out, misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali, jangan tiap hari. Jangan sampe hang out mengganggu waktu menulis
berilah waktu untuk diri lo mengetikkan tuts keyboard di depan layar laptop
       
         5.  Tidak ada inspirasi atau ide
pict from here


Inspirasi dan ide adalah hal yang esensial dalam menulis. Bukan hanya dalam hal menulis inspirasi diperlukan. seorang pelukis, musisi, pelawak atau siapapun butuh inspirasi untuk berkarya.

“mau nulis apaan, ide aje gue gapunya” ujar salah seorang teman

Biarkan kang Ernest Hemingway yang menjawab

“jika anda mengalami kesulitan pada saat akan memulai menulis, buka jendela lebar-lebar dan lihatlah sejauh mungkin. Dunia dan semua isinya serta kehidupan kita adalah sumber cerita dan setiap peristiwa adalah sebuah keajaiban”

Yang bisa kita ambil dari kata-kata Hemingway adalah ide itu ada dimana-mana!
Inspirasi tidak serta merta datang begitu saja. dia tidak seperti jelangkung, yang datang tak dijemput, pulang tak diantar. Inspirasi harus dijemput! Dijemput gimana ? naek ojeg ? tentu bukan.

Untuk menjemput inspirasi kembali lagi ke poin nomor 2, perbanyaklah amunisi dengan banyak membaca buku atau bisa juga dengan berjalan-jalan keluar atau menjadikan curhatan teman menjadi bahan untuk nulis atau apalah terserah lo, tiap-tiap orang punya cara yang berbeda dalam mencari inspirasi.

        6.  Sedang Mengalami Writer’s Block
gif from here

writer's block ini sebenarnya mirip-mirip dengan tidak ada inspirasi tadi ya. Menurut Wikipedia “Writer’s block adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan menulis sebagai profesi, dimana seorang penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru…”
kalau sudah terjangkit penyakit ini biasanya penulis menjadi malas atau engga mood untuk melanjutkan tulisannya.


Semua penulis pasti pernah merasakannya. Jangankan penulis pemula dan abal-abal kayak gue, penulis professional pun merasakan writer’s block. Perbedaannya penulis professional punya cara mereka sendiri untuk menghadapi masalah ini, sedangkan penulis pemula biasanya langsung menghentikan tulisannya.

Gue pernah mengikuti talkshow bersama Bernard Batubara, salah seorang penulis yang produktif dalam berkarya, dia mengatakan begini “saya orang yang tidak percaya dengan mood, mood itu mitos dan kebenaran untuk orang-orang yang malas berusaha. Jadi, saya tidak pernah beralasan berhenti menulis hanya karena tidak ada mood”

beda lagi dengan penulis senior Eka Kurniawan dalam menanggapi writer’s block, dalam menyikapi ini Eka Kurniawan merujuk pada sebuah pepatah lama: sedia payung sebelum hujan. Jadi menurutnya cara terbaik menghindari writer’s block adalah dengan persiapan yang memadai. paling tidak ada 3 hal yang harus ia ketahui sebelum menulis: permasalahan yang hendak di tulis, perkembangan permasalahan tersebut, dan tentu saja bagaimana menyelesaikan permasalahan itu.

Yup…itulah beberapa riset yang gue temukan setelah gue bertapa dibawah air terjun Niagara. Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga setelah membaca ini, gue dan kalian semua khususnya para blogger, bisa semakin produktif dalam menulis. Salam super!