Showing posts with label Liverpool. Show all posts
Showing posts with label Liverpool. Show all posts

Sampai bertemu lagi, Kapten!

Sampai bertemu lagi, Kapten!


1 Januari 2015. Pergantian tahun baru dirayakan di seluruh dunia dengan suka cita. Semua kalangan masyarakat, mulai dari para pejabat hingga gepeng di pinggir jalan, terjaga hingga larut hanya untuk menyaksikan kembang api yang menggelegar di langit-langit. semua gembira.

Semua orang bisa menikmatinya dengan caranya sendiri. Semisal minum teh di teras rumah, mendengarkan musik, atau hanya tidur di sepanjang hari. Namun, untuk pemain sepak bola professional di liga inggris harus menghabiskan perayaan tahun baru dengan bola. Tidak seperti Serie A, La Liga, dan liga-liga besar di belahan eropa yang memilih untuk meliburkan jadwal pertandingan ketika tahun baru.

Saya, atau mungkin kami, sebagai pendukung Liverpool tak bisa berlama-lama menikmati euphoria tahun baru. Malah kami harus menerima kesedihan yang tak pernah terbayang sebelumnya.

Malam itu Liverpool berhasil ditahan imbang oleh tim juru kunci liga, padahal awalnya berhasil unggul 2 gol lebih dulu dari sepakan sang kapten dari titik pinalti. Bukan, bukan hal itu yang membuat para fans sedih (sejujurnya kami sudah terbiasa dengan hasil buruk),  tapi kejadian berjam-jam setelah pertandingan itu.

Saya baru saja terbangun dari tidur. Melakukan ritual meminum segelas air putih lalu melihat apa yang terjadi di dunia lewat aplikasi bernama twitter. Ternyata pagi itu linimasa saya sudah ramai, akun-akun bola dan fanbase si merah membahas satu topik sama dengan kalimat yang berbeda-beda.
‘akhir musim Gerrard akan meninggalkan Liverpool’
Saya hanya bisa menggeram dalam hati. “lelucon macam apa ini?! ah mungkin saya masih bermimpi”

──


Pemain yang di cap sebagai pemain loyal menggegerkan dunia pesepakbolaan dunia. Stevie memilih hengkang dari klub yang sudah dibelanya sejak umur 8 tahun. Ia pun harus melepaskan label one-man-club, dimana pada era modern ini memang sulit dijumpai.

Icon, bintang, legenda hidup, kapten fantastic, bagaimanapun menyebutnya, pria itu bernama Steven George Gerrard.  Stevie pernah dipuja setinggi langit, tetapi belakangan ini banyak kopites sering mengkritisinya karena performanya yang buruk. Meski ada pula kubu berpandangan subjektif yang memuja Gerrard dan menginginkannya bermain di setiap pertandingan (saya dikubu yang subjektif).

Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Gerrard. Tidak bisa dipungkiri Gerrard adalah pemain paling dicintai oleh para kopites. Setajam apapun kritikan yang dilontarkan padanya adalah bentuk kecintaan yang begitu dalamnya pada sang kapten. Dan percayalah, sampai kontrak Gerrard yang akan habis di pertengah 2015 nanti. Tidak ada seorang pun yang akan mengkritisinya.

──

Suatu sore yang cerah di Liverpool, lebih tepatnya di Melwood, pemain-pemain dari Liverpool FC baru saja menyelesaikan latihan rutinnya. Semua pemain bergegas mandi. Namun, ada satu pemain yang masih duduk di gimnasium sendirian. Si pemain bernomor delapan.
Tidak lama berselang, seorang pria dengan raut wajah yang serius mendekati si pemain bernomor delapan
           
 “jadi gini capt, gue rasa performa lo dalam bermain udah menurun.”  pria tua itu berkata tanpa basa-basi. Si pemain bernomor delapan menyimak dengan takzim. Lalu si pria tua kembali melanjutkan perkataannya.
            
“gue rasa klub akan membatasi intensitas waktu bermain lo.”
Terjadi keheningan beberapa saat. Air muka si pemain bernomor 8 tetap tegas, tidak terkejut dengan perkataan si pria tua.
           
 “oke coach, lakukan apa yang terbaik menurut klub, gue bakal tetap berusaha memberikan yang terbaik meski harus bermain dari bangku cadangan.” ucap pemain bernomor 8.

ketika menyetir di perjalanan pulang, ucapan si pria tua terngiang-ngiang di pikiran pemain nomor delapan. ia sebenarnya tahu ini untuk kebaikan bersama, akan tetapi untuk pemain yang sudah bertahun-tahun menjadi pemain inti, hal ini sulit diterima. Timbullah perasaan yang hanya terpikir setelah malam pertandingan di Istanbul.

Ini waktu yang tepat.


──

Gerrard dan Liverpool ibarat sepasang suami istri yang sudah ditakdirkan bersama namun tidak pernah dikaruniai seorang pun anak.  Anak tersebut adalah trofi Primer League. 17 tahun bersama tanpa mendapatkan seorang ‘anak’ bukan hal yang mudah diterima oleh hati dan akal sehat. Walakin, bukan karena itu gerrard memutuskan untuk pergi. mencari pengalaman baru yang berbeda yang mendasari keputusannya meninggalkan sang kekasih.

Disaat menjelang kepergiannya, ia masih sempat-sempatnya memikirkan sang kekasih. Gerrard memastikan tak akan bergabung dengan tim rival atau tim manapun yang berkompetisi bersama Liverpool. Sesuatu yang tak akan pernah dilakukan oleh Robin Van Persie, Cecs Fabregas dan bahkan haram hukumnya bagi Zlatan Ibrahimovic.

Musim 2013/2014 Gerrard dan Liverpool hampir saja mendapatkan gelar yang selama ini diidamkan. Ya, hampir. tapi kata Ariana Grande, almost is never enough.

Setiap musimnya, trofi Primer League mendapat prioritas tertinggi pada resolusi klub Liverpool (termasuk pemain, stuff pelatih, para fans, dan tukang kebun Anfield). Namun dari setiap pemain Gerrard lah yang mempunyai ambisi terbesar mendapat gelar ini. sayangnya dia sendiri yang melepaskannya tahun lalu, lewat kepleset spektakulernya (meski sebenarnya bukan hal itu yang sepenuhnya menggagalkan juara).

──

pada masa keemasannya, Gerrard adalah gelandang yang tak kenal lelah. Ia juga siap menekel lawan yang dianggap mengambil bola miliknya. Sering, ia mengirimkan umpan jauh kedepan dan jika menurut dia jaraknya pa,s ia akan menendangnya langsung tanpa harus memikirkan rasionalitas sudut tembak .

Dan para penonton hanya bisa tercengang sembari berkata “kampret! Kok bisa?”

Ya, itulah Gerrard pada masa keemasan. Pada usia yang sudah tidak lagi muda, Gerrard tidak lagi bermain seenergik dulu. Bahkan statistik selama setengah musim ini berbicara bahwa Liverpool lebih sering menang jika Gerrard tidak menjadi starter.

Andai ia akan terus bermain di Anfield mungkin dirinya nanti akan jadi penghangat bangku cadangan seperti Totti atau Giggs.

Totti dan Giggs mempunyai kesamaan jiwa dengan Sutan Sjahir. Lebih memilih cara-cara yang moderat dan mengedepankan diplomasi dalam berurusan dengan lawan. Meski sering dicadangkan di usia senjanya, mereka tetap memilih bertahan di klub yang telah membesarkan namanya. Di bangku cadangan pun ia bisa membantu timnya dengan diplomasi dengan pelatih serta memimpin dan membimbing rekan-rekannya.

Gerrard pun bisa saja seperti itu. tapi, jiwanya bukan Sutan Sjahir. Jiwanya adalah Tan Malaka. Memilih cara revolusi sosial melalui perlawanan angkat senjata. Ia tahu betul, selama ia menjadi pemain professional ia akan berperang di lapangan, tidak dengan berdiplomasi di bangku cadangan. dan selama hatinya masih ingin bermain bola, ia akan terus bermain. – walau harus meninggalkan sang kekasih, Liverpool.

──

Untuk stevie
Dimana pun anda berlabuh, saya akan selalu mendukung penuh dan saya akan tetap menjadi fans berat anda.
Saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal. karena semua yakin anda akan kembali ke club ini dengan rasa rindu yang tak terelakkan. Duduk bersama para petinggi klub lalu menandatangani kontrak sebagai kepala manager. Dan akhirnya anda akan melahirkan anak yang telah lama anda impikan, ‘trofi Primer League’

Sampai bertemu lagi, kapten!






sumber
foto : liverpoolfc.com
video : youtube.com

THE DAY : Gelora Bung Karno rasa Anfield (LFC tour part 3)

20 Juli 2013. Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua kopites Indonesia pun tiba coz today is Liverpool Day, Liverpool akan menjalani pertandingan persahabatan tur asia nya di Indonesia. Saya sendiri yang sudah menjadi pendukung Liverpool sejak masih zamannya ngumpulin tazos dari chiki cheetos
Tentunya tidak akan melewatkan pertandingan bersejarah itu, walaupun pastinya harus mengeluarkan uang yang lumayan besar untuk kalangan pelajar seperti saya ini. Tiket sendiri sudah saya beli sebulan sebelum pertandingan


my Liverpool ticket

Saya pribadi sudah sangat menantikan sekali pertandingan ini. Menonton pertandingan Gerrard cs secara live is one of my dreams and now it will reach. How glad I am…

Pagi menjelang saya sudah siap dengan segala atribut merah saya. Saya memakai jersey Liverpool 2013 membawa scarf dan tidak lupa tiket nya. Saya menuju stadion Gelora Bung Karno bersama teman saya ario. Kami kesana naik miniarta sampai pasar rebo lanjut dengan menaiki busway hingga halte Gelora Bung Karno. Selama perjalanan aroma pendukung Liverpool sudah mulai tercium. Saya menemukan beberapa orang yang memakai atribut the reds dan mungkin mempunyai tujuan yang sama.

Tibalah pemain Liverpool mulai menginjakkan kaki di rumput GBK dan melakukan pemanasan sebelum pertandingan. Serentak para fans yang menonton langsung berdiri, bertepuk tangan dan teriak memanggil pemain-pemain idola mereka. Yang paling kencang terdengar tentunya teriakan untuk sang skipper, Steven Gerrard.


training session before the match




Kick off dimulai. Tidak afdol jika kita menonton pertandingan Liverpool tidak menyanyikan anthem nya, you’ll never walk alone. Pertandingan baru di mulai seisi stadion langsung menyanyikan anthem Liverpool ini, saya pun tak akan melewatkannya dan ikut menyanyikannya. Saya pun merasa gemetar dan merinding mendengar seisi stadion menyanyikan lagu you’ll never walk alone. Memang benar jika ada yang mengatakan “anda tidak akan menyanyikan lagu you’ll never walk alone tanpa merasa merinding dan meneteskan air mata”. Saya sangat setuju dengan quote ini karena saya sendiri merasakannya

i stood up under this banner
disaat ini mungkin saya dan fans-fans lainnya mengalami konflik peran. disatu sisi kami ingin mendukung  Liverpool di sisi lain kami juga harus mendukung negara kami sendiri, sang merah putih Indonesia. oleh sebab itu fans-fans Liverpool yang hadir di stadion disamping menyanyikan chants untuk Liverpool, kami juga menyanyikan chants-chants Timnas Indonesia dan bahkan saat timnas Indonesia menyerang kami juga bersorak memberi dukungan

Sejak awal pertandingan sekitar 80.000 pendukung the reds di stadion tiada henti hentinya bernyanyi atau biasa dibilang chants. You’ll Never Walk Alone, We Love You Liverpool We Do, Fields of Anfield Road, When the Reds Go Marching In merupakan chants-chants Liverpool yang dinyanyikan yang saya ingat. Ada juga chants untuk pemain seperti untuk Steven Gerrard, Lucas Leiva, Jose Enrique, Coutinho, dan bahkan ada juga chants untuk Luis Suarez yang sebenarnya tidak ikut dalam tur ke Indonesia ini karena mendapat libur lebih setelah membela negaranya di piala confederasi.

Pengecualian pada menit 23 seisi stadion melakukan stand applause untuk menghormati salah satu legenda nya Jamie Carragher. Carragher sendiri bernomor pungggung 23 dan baru saja menyatakan gantung sepatu akhir musim lalu. Ini menandakan Liverpool tidak akan melupakan Legendanya

Di sektor-sektor tertentu ada yang menyalakan red flare yang membuat suasana semakin wow.

setiap Steven Gerrard membawa bola pasti para supporter selalu meneriakinya, menyorakinya, ini menandakan bahwa sang kapten sangat dicintai oleh semua supoorter Liverpool. pertandingan sendiri menurut saya berjalan biasa-biasa saja, malah bisa dibilang monoton karena Liverpool yang banyak menguasai bola tidak bisa melewati lini pertahanan Indonesia yang dikawal oleh Victor Igbonefo. akhirnya Liverpool berhasil mencetak gol lewat kaki Philipe Coutinho. pertandingan babak pertama usai dengan skor 1-0

kick off babak kedua dimulai. pemain inti Liverpool seperti Steven Gerrard digantikan oleh pemain lain. mengingat ini hanya pertandingan persahabatan tentunya pelatih ingin menjaga fisik pemain utamanya dan mencoba pemain-pemain muda. tidak terlalu berbeda dengan babak pertama, pertandingan masih minim gol. banyak peluang yang diciptakan pemain Liverpool tapi masih bisa dipatahkan oleh benteng terakhir bahkan mistar gawang Indonesia. sesekali indonesia juga mencoba bermain lepas dan menyerang namun serangan balik cepat Liverpool membuat jala gawang Indonesia kebobolan untuk kedua kalinya. gol sendiri diciptakan oleh Raheem Sterling

priiiiiittt!!! bunyi peluit panjang tanda pertandingan usai dibunyikan. skor akhir 2 - 0 untuk Liverpool. walaupun pertandingan minim gol jika dibandingkan dengan pertandingan Arsenal dan Chelsea yang juga melakukan lawatannya melawan timnas Indonesia dengan skor masing masing 7 - 0 dan 8 - 1 tapi kalau dibandingkan dengan kehebohan, antusias, chants-chants dan keriuhan supporter Liverpool di GBK, kami lah nomor 1. kami para supporter Liverpool menyanyikan chants sepanjang pertandingan, membuat wave, mosaik, menyalakan redflare dan masih banyak lagi

sekian lah sedikit pengalaman kedatangan Liverpool di Indonesia bagi saya

keep calm and YOUL'LL NEVER WALK ALONE


menjelang pertandingan





mosaik menakjubkan bertuliskan JFT96 



no pyro no party



going to Hotel Mulia (LFC tour part 2)

usaha saya untuk bertemu tim favorit dan pemain idola masih berlanjut di keesokan harinya. saya mencari informasi tentang letak hotel dimana liverpool menginap, ternyata liverpool menginap di.....jengjengjeng...hotel mulia! yang berada ga jauh dari stadion GBK

saya mengajak teman saya untuk menemani ke hotel mulia. sebelum kesana saya sempat melihat berita yang kurang lebih isinya begini "pihak pengamanan hotel selektif dalam memberikan izin masuk kedalam hotel, banyak pendukung liverpool yang menunggu di luar hotel karena tidak bisa masuk hotel"

saya pun mengambil kesimpulan kalo saya ingin masuk ke hotel sebagai 'pengunjung' bukan sebagai fans 'liverpool' berarti boleh masuk dong ?
saya pun yang tadinya dari rumah sudah memakai jersey bertuliskan nama agger dan membawa scarf liverpool langsung menggantinya di rumah teman saya dengan pakaian kemeja yang rapih layaknya pengunjung hotel yang ingin menginap.

sejam perjalanan sampailah ke tempat yang dituju. dag dig dug rasanya berada di depan gerbang, alasan apa yang bakal saya bilang nanti ke satpamnya. demi ketemu pemain idola saya hilangkan ketakutan itu dan mencoba memberanikan masuk. belom lebih dari 2 langkah masuk langkah saya udah dihentikan oleh 3 orang satpam yang berjaga disana.

'mau kemana mas?' tanya satpam


'ada urusan sama temen saya' jawab saya gemeteran (kalo lagi boong saya emang suka gemeteran hehe)
'ada urusan dimana? di kamar hotel atau di cafe nya ?'
'di kamar hotelnya'
'kamar nomor berapa mas temannya ?'

nah loh mampus, nanti kalo saya sebut nomornya asal-asalan trus dia ngecek begimane...
dan akhirnya saya bilang
'waduh belom tau nih pak, sms saya belum dibales'
'coba di telpon dulu ya temannya, soalnya di dalem lagi ada pers conference liverpool jadi ga semua bisa masuk'
'oh oke pak'

saya pun menjauh sekitar 10 langkah dari gerbang dan berpikir berpikir terus berpikir gimana caranya buat masuk.
pas saya lagi berpikir ada 1 orang make jaket liverpool yang dengan pedenya masuk gitu aja ke gerbang, di benak saya pasti ini orang dalem yang bisa masuk nih, saya ikutin aja dari belakang, 2 langkah dari gerbang kembali langkah kami terhenti lagi. dan bodohnyanya ternyata dia orang tukang boong juga sama kaya saya. dan lebih salahnya lagi saya ngebuntutin orang yang make jaket liverpool. what the fvck men, salah buntutin orang nih.

kicep kicepan deh tuh saya ber3. ngasih-ngasih alesan klasik yang dengan mudah ditepis oleh satpamnya. saya pun bilang ke satpamnya
'ada acara pak di cafe nya tapi acaranya ntar malem'
'iya pak jam 8. ya kan ?' orang asing nanya saya, padahal sebelumnya kita belum pernah ngobrol apa-apa
'iya iya bener' gue jawab gitu aja karena gatau harus ngomong apa lagi
'yaudah tunggu saya tanya dulu ke dalem' kata satpamnya

tapi dari penglihatan saya si satpam ini ga menunjukkan tanda-tanda lagi menanyakan ke dalam di malah sibuk sendiri di kantor satpamnya. rintik-rintik hujan mulai turun, saya yang berada di deket kantor satpamnya bertanya lagi
'pak gimana pak ?' saya nanya ke satpamnya
'iya udah gerimis nih pak' orang asing menambahkan
'hmm yaudah deh masuk-masuk' ucap satpamnya, kayanya sih terpaksa juga ngeizinin masuk

BINGO! akhirnya saya bisa masuk juga, walau harus dibayar dosa karena boongin tuh satpam hehe

orang asing tadipun menjadi temen saya sekarang, saya sekarang jadi ber3 sama temen saya dan orang asing

jarum jam menunjukkan pukul 13.00. di dalem banyak fans liverpool dan juga para jurnalist yang ingin meliput pers conference liverpool. sementara para fans hanya menunggu di lobby hotel. saya dan kedua temen saya juga menunggu di lobby tapi sebenarnya gatau sedang menunggu apaan

di dalem kami jalan-jalan aja tuh ngiterin lobby hotel. setelah bertanya-tanya ternyata mereka banyak yang datang dari pagi sekitar jam 10  menunggu pemain keluar hotel untuk latihan di GBK dan menunggu lagi pemain keluar hotel untuk kembali menjalani latihan sore di tempat yang sama. latihan sore sendiri bakal diselenggarakan jam 5 sore sedangkan saat saya berada di situ masih jam 1 siang.
mungkin ini hardline hardline nya liverpool kali ya, yang rela nunggu lama untuk berjumpa dengan idola atau jika beruntung bisa mendapat tanda tangan atau foto bareng.

mendengar cerita-cerita tersebut dan melihat udah banyak orang yang mendapatkan tanda-tangan di jersey mereka dan juga foto bareng, saya pun menjadi semangat untuk menunggu 4 jam.dengan harapan akan mendapat kesempatan yang sama dengan mereka-mereka yang beruntung tadi.

saya berjalan-jalan mengitari hotel dengan tujuan yang tak jelas dan berharap bertemu dengan pemain Liverpool. sedang berdiri di lobby bawah tidak diduga-duga terlewat seorang legenda liverpool, Robbie Fowler. yang sudah menggantungkan sepatunya pada tahun 2012 lalu, dan klub terakhir yang dia bela adalah Muangthong United asal thailand.

menunggu dan tetap menunggu. hingga akhirnya sudah pukul 5 sore kami para fans yang menunggu di lobby di giring ke luar hotel dan disuruh menunggu di tempat yang nantinya bakal di lewatin pemain saat ingin naik ke bis.

saya menunggu di barisan dengan membawa jersey liverpool ber nama punggung Agger, yang sebelumnya dibawakan oleh joshua (temen saya yang gagal masuk hotel)

ga beberapa lama mulai keluar pemain-pemain liverpool satu per satu menuju bis. saya inget sekali yang pertama keluar adalah raheem sterling. pemain muda liverpool yang digadang-gadang bakal bersinar musim depan.
lalu dilanjutkan dengan pemain-pemain liverpool yang lain. para fans menyodorkan spidol dan jersey yang ingin dimintai tanda-tangan tapi diabaikan oleh pemain-pemain liverpool. menurut petugas yang berjaga disana percuma saja meminta tanda tangan karena kali ini fans nya terlalu banyak tidak seperti tadi pagi.

ah gagal deh saya dapet tanda tangan

saya pun memilih untuk menyodorkan tangan aja berharap bakal disambut oleh pemain liverpool. sedangkan fans yang lain ada yang mengambil foto.

akhirnya tibalah sosok yang paling ditunggu tunggu oleh semua fans. the captain of Liverpool FC.......Steven George Gerrard. seketka para fans langsung berteriak memanggil namanya termasuk juga saya.

"GERRARD....CAPTAIN.......STEVEN!!!'' serentak para fans memanggil namanya

dan saya pun menyodorkan tangan dan.......GERRARD MENYAMBUTNYA!!! saya menggenggam tangannya, bulu kuduk berasa merinding bisa sedekat itu ama pemain idola dan bisa bersalaman dengannya.

walaupun cuma sebentar tapi ga bakal terlupakan kesempatan langka ini...


memasukkan alat-alat training


antusiasme fans yang datang ke hotel




Jay Spering dibalik kaca

Welcoming for Liverpool FC Up Coming (LFC tour part 1)



tahun 2013 bakal jadi momen bersejarah bagi Indonesia, Liverpool FC, dan saya. karena beberapa bulan lalu Liverpool mengumumkan akan tour ke beberapa negara di asia, salah satunya Indonesia. ini bakal bersejarah bagi Liverpool karena ini pertama kalinya tim ini mengunjungi tanah air kita ini begitu pun sebaliknya. dan bakal bersejarah bagi saya karena 1 dari banyaknya mimpi saya bakal terwujud, yaitu agar bisa bertemu steven gerrard dan liverpool. sampai akhirnya liverpool menumumkan akan menghadapi timnas Indonesia pada tanggal 20 Juli 2013

Liverpool sendiri datang ke Indonesia tanpa promotor dan dengan inisiatif sendiri untuk menghibur fans-fans nya di Indonesia

the reds akan menginjak tanah air kita untuk pertama kalinya pada tanggal 17 July 2013, bertempat di Bandara Halim Perdanakusuma. mengetahui hal itu tentunya saya berniat kesana untuk menjemput tim kesayangan saya itu. 

tanggal 17 pun tiba. saya berangkat kesana naik mobil bersama Harry dan Ace. saya berangkat dari rumah jam 10. setelah itu jemput harry ke rumahnya, abis itu baru jemput ace. kami kesana menempuh waktu kurang lebih 1 setengah jam. 

jam 12 siang kami sampe di bandara Halim Perdanakusuma. liverpool sendiri dijadwalkan akan datang pada jam 13.30. sehingga saya memutuskan untuk sholat dzuhur terlebih dahulu 
awalnya di lobby bandara pas saya baru dateng, di bandara masih sepi. eh ternyata setelah sholat udah rame banget. 

keadaan di lobby bandara


ketemu darius sinathrya di Bandara Halim perdanakusuma



jam 13 semua pendukung the reds yang udah siap menyambut kedatangan udah berkumpul di area kedatangan liverpool. mereka membawa scarf, benner, bendera, bahkan ada yang bawa flare juga. sembari menunggu mereka tiada henti hentinya menyanyikan chants LFC.

chants dinyanyikan tanpa henti

gerarrd 'the supernova' banner

in the crowd of liverpool fans


dan akhirnya setelah lama menunggu bis yang membawa tim akhirnya keluar. saya berdiri di sebelah kanan bis dan berharap gerrard berada disitu. bis makin lama makin mendekat, dan saya pun mulai deg-degan. dan akhirnya Brenden Rodgers yang saya liat pertama kali karna dia memimpin dengan duduk di depan, lalu selanjutnya ada Skrtl, Enrique, Brad Jones, Simon Mignolet dan terakhir yang duduk di belakang ada.....lucas.

Gerrard mane gerrard ?

sialnya gerrard duduk di sebelah kiri bis, karena tekad saya adalah harus bertemu gerrard. saya pun mengejar bis itu lagi. bis nya masih berjalan pelan-pelan karena terhalang oleh kerumunan fans liverpool.

saya berlari dan terus berlari, dan akhirnya.....SAYA NGELIAT GERRARD. walaupun dari jarak yang agak jauh. syukurnya dia duduk di paling belakang jadi masih keliatan oleh pandangan saya. padahal gerrard bukan kuntilanak, genderuwo atau tuyul tapi dia bisa bikin saya merinding dengan melihat gayanya yg dingin itu. the power of legend aura emang bikin merinding deh




How much people were coming ? count by yourself


melwood players bus




Ousamma Asaidi


Hi Brad Jones, over here


Andre Wisdom smile behind the glass




 all the photos is mine, so don't copy without permission...









10 match ban for Suarez. is it fair...?




Seperti yang kita ketahui saat pertandingan Liverpool vs Chelsea Minggu, 21 April 2013 lalu terjadi insiden yang tidak sportif yang dilakukan oleh pemain Liverpool, Luis Suarez. Aksi penggigitan ini terlepas dari penglihatan wasit sehingga suarez terhindar dari sanksi di lapangan. Terhindar dari sanksi di lapangan bukan berarti dia akan terhindar pula dari sanksi Asosiasi Sepakbola Inggris atau biasa disebut FA. Tepat 3 hari setelah pertandingan FA menjatuhkan sanksi yaitu Suarez di hukum tidak bermain dalam 10 pertandingan Liverpool selanjutnya, itu berarti dia tidak akan bermain pada sisa 4 pertandingan musim ini dan 6 pertandingan musim depan. WOW.

Pertanyaannya adalah apakah ini cukup adil untuk hukuman penggigitan yg dilakukan Suarez, seringkali FA memberikan hukuman yang tidak wajar kepada striker the reds ini coba kita bandingkan kasus Suarez dengan pelanggaran-pelanggaran yang pernah terjadi di liga Inggris lainnya


1. Penggigitan Defoe kepada Marcherano 

pada tahun 2006 silam, terjadi aksi yang sama seperti yang dilakukan suarez. Tapi actor utamanya adalah jermain defoe yang bermain bersama tottenham hotspurs. Defoe melakukan penggigitan kepada Javier Marcherano yang kala itu bermain di West Ham dan Defoe hanya mendapat kartu kuning dari wasit tanpa ada larangan bertanding dari FA. Are you kidding me, FA ?

2. Tendangan Hazard ke seorang ball boy 

Ketika pertandingan Chelsea vs Swensea city lalu, eden Hazard melakukan tindakan kekerasan. Pada menit ke 80’ seorang ball boy yang seharusnya memberikan bola ketika bola keluar lapangan tetapi dia malah menjaga dan terkesan membuang waktu. Hazard pun tampak kesal dan langsung mendaratkan tendangan ke rusuk bocah ball boy tadi hingga ia tersungkur ke tanah. Memang karena tindakkan ini hazard langsung diberikan kartu merah oleh wasit. Tapi FA hanya memberikan hukuman 3 KALI larangan bertanding untuk tindakan kekerasan yang bisa mencederai sang ball boy ini, ckckck

3.  Tackle 2 kaki Aguero

di semifinal Piala FA antara Chelsea kontra Manchester City, Minggu 14 April 2013, Aguero menackle kearah paha david luiz, namun wasit yang memimpin jalannya hanya memberikan tendangan bebas untuk Chelsea. Padahal jelas-jelas Aguero tidak mengincar bola dan itu termasuk pelanggaran berbahaya dan layak untuk diganjar kartu merah dan hukuman larangan bertanding. Dan asosiasi sepakbola inggris ini menganggap tendangan bebas yang diberikan wasit sudah cukup dan tidak ada larangan atau denda untuk Aguero.

4. Rasisme John Terry 

Dan inilah yang paling mencolok. Oktober 2012 lalu saat Chelsea kontra QPR John Terry tebukti melontarkan nada Rasialis kepada Anton Ferdinand. FA pun mendakwa kapten Chelsea ini dengan denda £2.500 atau sekitar Rp36 juta dan larangan 4 pertandingan. Bandingkan dengan kasus serupa yang dilalukan Luis Suarez terhadap pemain Manchester United Patrik Evra, FA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 8 PERTANDINGAN dan denda sebesar £40.000 atau Rp583 juta. AMAZING

Melihat perbandingan di atas apa FA sudah cukup adil dalam menjatuhkan hukuman ??

menurut saya sendiri FA memberikan hukuman bukan memandang dari apa yang dilakukan pemain, tapi lebih tertuju pada siapa yang melakukan tindakan menyimpang itu, sebagaimana yang kita tau disamping skillnya dalam meliak liuk pertahanan lawan, suarez memang pemain yang terkenal dengan banyak tindakan controversialnya

jatuh bangun Liverpool

"Jika kamu tak mampu menerima kekalahan, maka kamu tak akan mampu merayakan kemenangan" -Steven Gerrard
"if you can't support us when we draw or lose, don't support us when we win" -Bill Shankly 
mungkin 2 kata-kata inilah yang sering didengar dan sering dikatakan oleh para pendukung liverpool akhir-akhir ini melihat performa liverpool yang 'hobi' kalah. 

pada kenyataannya Liverpool merupakan tim yang hebat. 18 gelar liga Inggris, 5 gelar liga champion, 8 gelar liga, 3 gelar liga eropa, dan 3 kali juara piala super eropa, setidaknya itulah bukti kebesaran tim yang terletak di kota pelabuhan ini. tidak ada klub Inggris yang mampu menyaingi gelar yang dimiliki liverpool pada masa kejayaannya saat itu

memasuk tahun 1990 ke atas, disinilah performa liverpool mulai menurun. Liverpool belum pernah juara lagi semenjak era baru primer league. kedatangan Sir Alex Fergusen ke Manchester United yang notabennya adalah pesaing kuat Liverpool, membawa perubahan pada permainan MU. sehingga klub besutan Sir Alex ini dapat merajai Inggris dan mengalahkan gelar yang dimiliki Liverpool. sebagaimana kita tau Manchester United ini sudah menambah gelar ke 20 nya setelah mengalahkan Aston Villa pada hari Selasa, 23 April 2013 lalu. sementara Liverpool sendiri hanya mampu menjadi (hampir) jawara alias runner up pada musim 2001-02 dan 2008-09 dibawah Arsenal dan Manchester United

tahun 2005 liverpool berhasil membawa pulang trophy bergengsi Liga Champion lewat pertandingan yang dramatis dan sulit dipercaya kontra AC Milan. setidaknya trophy inilah yang menyelamatkan muka Liverpool  dari keterpurukannya. banyak pernyataan yang beranggapan Liverpool akan kembali ke jalur juara setelah menjadi jawara liga champion itu. tapi kenyataan yang ada malah sebaliknya. liverpool makin terpuruk di liga lokal maupun di international. dan puncak keterpurukan liverpool adalah pada tahun 2009. dimana liverpool yang biasanya menjadi langganan peserta liga champion posisinya tergusur dan hanya bisa bermain di liga eropa. 

keadaan ini tentunya membuat para fans Liverpool merasa khawatir dan cemas. ini sangat wajar, karena sebagai pendukung sepak bola pasti kita ingin melihat tim kebanggannya selalu menang dan mendapatkan banyak trophy. tapi disinilah kesabaran kita sebagai fans diuji. 

"You'll Never Walk Alone" 
semboyan inilah yang menyatukan semua fans Liverpool dari seluruh dunia. yang membedakan fans liverpool dengan fans tim lainnya. YNWA inilah yang dapat membuat merinding dan akan meneteskan air mata  kepada siapa orang yang menyanyikannya.
 "at the end of the storm, is a goldan sky" bagian dari lirik lagu you'll never walk alone yang artinya "di akhir badai akan ada langit emas" mungkin maksudnya adalah di akhir kegelapan akan ada langit yang cerah. sama seperti keadaan liverpool saat ini.

saya percaya dengan melihat kinerja Brandon Rodgers, manejer Liverpool saat ini, Liverpool akan kembali ke jalur juara dan ditakuti oleh setiap lawannya pada 2 atau 3 tahun kedepan. karena pelatih muda ini mengembangkan talenta muda Liverpool seperti Raheem Sterling, Jonjo Selvey, Suso, Martin Kelly dan Andre Wisdom. ditambah dengan pemain mudah yang sudah mempunyai jam terbang yang dibeli dari klub lain seperti Joe Allen, Coutinho, Sturridge. 

Hal ini seperti kita sedang menanam bibit unggul. jika disirami terus menerus dan dibantu cahaya ultraviolet yang dihasilkan matahari maka bibit unggul ini akan tumbuh menjadi tumbuhan yang subur dan memiliki banyak buah, kita hanya tinggal memetik buahnya saja dan menikmatinya. 

inilah alasan mengapa disaat keterpurukan Liverpool saya masih yakin Liverpool akan menjadi juara di kejuaraan lokal maupun internasional
"Olahraga bukan hanya tentang kesuksesan, tetapi ini juga tentang keterpurukan. Dan terkadang keterpurukan ini yang membantu Anda untuk kembali bangkit dan sukses." Gerrard

YOU'LL NEVER WALK ALONE