Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Sampai bertemu lagi, Kapten!

Sampai bertemu lagi, Kapten!


1 Januari 2015. Pergantian tahun baru dirayakan di seluruh dunia dengan suka cita. Semua kalangan masyarakat, mulai dari para pejabat hingga gepeng di pinggir jalan, terjaga hingga larut hanya untuk menyaksikan kembang api yang menggelegar di langit-langit. semua gembira.

Semua orang bisa menikmatinya dengan caranya sendiri. Semisal minum teh di teras rumah, mendengarkan musik, atau hanya tidur di sepanjang hari. Namun, untuk pemain sepak bola professional di liga inggris harus menghabiskan perayaan tahun baru dengan bola. Tidak seperti Serie A, La Liga, dan liga-liga besar di belahan eropa yang memilih untuk meliburkan jadwal pertandingan ketika tahun baru.

Saya, atau mungkin kami, sebagai pendukung Liverpool tak bisa berlama-lama menikmati euphoria tahun baru. Malah kami harus menerima kesedihan yang tak pernah terbayang sebelumnya.

Malam itu Liverpool berhasil ditahan imbang oleh tim juru kunci liga, padahal awalnya berhasil unggul 2 gol lebih dulu dari sepakan sang kapten dari titik pinalti. Bukan, bukan hal itu yang membuat para fans sedih (sejujurnya kami sudah terbiasa dengan hasil buruk),  tapi kejadian berjam-jam setelah pertandingan itu.

Saya baru saja terbangun dari tidur. Melakukan ritual meminum segelas air putih lalu melihat apa yang terjadi di dunia lewat aplikasi bernama twitter. Ternyata pagi itu linimasa saya sudah ramai, akun-akun bola dan fanbase si merah membahas satu topik sama dengan kalimat yang berbeda-beda.
‘akhir musim Gerrard akan meninggalkan Liverpool’
Saya hanya bisa menggeram dalam hati. “lelucon macam apa ini?! ah mungkin saya masih bermimpi”

──


Pemain yang di cap sebagai pemain loyal menggegerkan dunia pesepakbolaan dunia. Stevie memilih hengkang dari klub yang sudah dibelanya sejak umur 8 tahun. Ia pun harus melepaskan label one-man-club, dimana pada era modern ini memang sulit dijumpai.

Icon, bintang, legenda hidup, kapten fantastic, bagaimanapun menyebutnya, pria itu bernama Steven George Gerrard.  Stevie pernah dipuja setinggi langit, tetapi belakangan ini banyak kopites sering mengkritisinya karena performanya yang buruk. Meski ada pula kubu berpandangan subjektif yang memuja Gerrard dan menginginkannya bermain di setiap pertandingan (saya dikubu yang subjektif).

Gerrard adalah Liverpool, Liverpool adalah Gerrard. Tidak bisa dipungkiri Gerrard adalah pemain paling dicintai oleh para kopites. Setajam apapun kritikan yang dilontarkan padanya adalah bentuk kecintaan yang begitu dalamnya pada sang kapten. Dan percayalah, sampai kontrak Gerrard yang akan habis di pertengah 2015 nanti. Tidak ada seorang pun yang akan mengkritisinya.

──

Suatu sore yang cerah di Liverpool, lebih tepatnya di Melwood, pemain-pemain dari Liverpool FC baru saja menyelesaikan latihan rutinnya. Semua pemain bergegas mandi. Namun, ada satu pemain yang masih duduk di gimnasium sendirian. Si pemain bernomor delapan.
Tidak lama berselang, seorang pria dengan raut wajah yang serius mendekati si pemain bernomor delapan
           
 “jadi gini capt, gue rasa performa lo dalam bermain udah menurun.”  pria tua itu berkata tanpa basa-basi. Si pemain bernomor delapan menyimak dengan takzim. Lalu si pria tua kembali melanjutkan perkataannya.
            
“gue rasa klub akan membatasi intensitas waktu bermain lo.”
Terjadi keheningan beberapa saat. Air muka si pemain bernomor 8 tetap tegas, tidak terkejut dengan perkataan si pria tua.
           
 “oke coach, lakukan apa yang terbaik menurut klub, gue bakal tetap berusaha memberikan yang terbaik meski harus bermain dari bangku cadangan.” ucap pemain bernomor 8.

ketika menyetir di perjalanan pulang, ucapan si pria tua terngiang-ngiang di pikiran pemain nomor delapan. ia sebenarnya tahu ini untuk kebaikan bersama, akan tetapi untuk pemain yang sudah bertahun-tahun menjadi pemain inti, hal ini sulit diterima. Timbullah perasaan yang hanya terpikir setelah malam pertandingan di Istanbul.

Ini waktu yang tepat.


──

Gerrard dan Liverpool ibarat sepasang suami istri yang sudah ditakdirkan bersama namun tidak pernah dikaruniai seorang pun anak.  Anak tersebut adalah trofi Primer League. 17 tahun bersama tanpa mendapatkan seorang ‘anak’ bukan hal yang mudah diterima oleh hati dan akal sehat. Walakin, bukan karena itu gerrard memutuskan untuk pergi. mencari pengalaman baru yang berbeda yang mendasari keputusannya meninggalkan sang kekasih.

Disaat menjelang kepergiannya, ia masih sempat-sempatnya memikirkan sang kekasih. Gerrard memastikan tak akan bergabung dengan tim rival atau tim manapun yang berkompetisi bersama Liverpool. Sesuatu yang tak akan pernah dilakukan oleh Robin Van Persie, Cecs Fabregas dan bahkan haram hukumnya bagi Zlatan Ibrahimovic.

Musim 2013/2014 Gerrard dan Liverpool hampir saja mendapatkan gelar yang selama ini diidamkan. Ya, hampir. tapi kata Ariana Grande, almost is never enough.

Setiap musimnya, trofi Primer League mendapat prioritas tertinggi pada resolusi klub Liverpool (termasuk pemain, stuff pelatih, para fans, dan tukang kebun Anfield). Namun dari setiap pemain Gerrard lah yang mempunyai ambisi terbesar mendapat gelar ini. sayangnya dia sendiri yang melepaskannya tahun lalu, lewat kepleset spektakulernya (meski sebenarnya bukan hal itu yang sepenuhnya menggagalkan juara).

──

pada masa keemasannya, Gerrard adalah gelandang yang tak kenal lelah. Ia juga siap menekel lawan yang dianggap mengambil bola miliknya. Sering, ia mengirimkan umpan jauh kedepan dan jika menurut dia jaraknya pa,s ia akan menendangnya langsung tanpa harus memikirkan rasionalitas sudut tembak .

Dan para penonton hanya bisa tercengang sembari berkata “kampret! Kok bisa?”

Ya, itulah Gerrard pada masa keemasan. Pada usia yang sudah tidak lagi muda, Gerrard tidak lagi bermain seenergik dulu. Bahkan statistik selama setengah musim ini berbicara bahwa Liverpool lebih sering menang jika Gerrard tidak menjadi starter.

Andai ia akan terus bermain di Anfield mungkin dirinya nanti akan jadi penghangat bangku cadangan seperti Totti atau Giggs.

Totti dan Giggs mempunyai kesamaan jiwa dengan Sutan Sjahir. Lebih memilih cara-cara yang moderat dan mengedepankan diplomasi dalam berurusan dengan lawan. Meski sering dicadangkan di usia senjanya, mereka tetap memilih bertahan di klub yang telah membesarkan namanya. Di bangku cadangan pun ia bisa membantu timnya dengan diplomasi dengan pelatih serta memimpin dan membimbing rekan-rekannya.

Gerrard pun bisa saja seperti itu. tapi, jiwanya bukan Sutan Sjahir. Jiwanya adalah Tan Malaka. Memilih cara revolusi sosial melalui perlawanan angkat senjata. Ia tahu betul, selama ia menjadi pemain professional ia akan berperang di lapangan, tidak dengan berdiplomasi di bangku cadangan. dan selama hatinya masih ingin bermain bola, ia akan terus bermain. – walau harus meninggalkan sang kekasih, Liverpool.

──

Untuk stevie
Dimana pun anda berlabuh, saya akan selalu mendukung penuh dan saya akan tetap menjadi fans berat anda.
Saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal. karena semua yakin anda akan kembali ke club ini dengan rasa rindu yang tak terelakkan. Duduk bersama para petinggi klub lalu menandatangani kontrak sebagai kepala manager. Dan akhirnya anda akan melahirkan anak yang telah lama anda impikan, ‘trofi Primer League’

Sampai bertemu lagi, kapten!






sumber
foto : liverpoolfc.com
video : youtube.com

Review buku : Bumi



Sepintas Raib hanya seorang remaja perempuan biasa. umurnya 15 tahun, berambut hitam, panjang dan lurus, nilai sekolahnya rata-rata, dan dia mempunyai 2 ekor kucing di rumahnya
Yang membuat Raib berbeda dengan remaja lainnya adalah, ia bisa menghilang!

Sejak kecil tidak pernah ada yang tahu Raib mempunyai kekuatan ini.
Pertama kali Raib tahu akan keberadaan kekuatan pada dirinya adalah pada umur 2 tahun. pada saat usia 2 tahun ia sangat menyukai permainan petak umpat. Ia bermain di rumah bersama kedua orang tuanya. Orang tuanya selalu tidak pernah berhasil menemukan keberadaannya, padahal ia hanya hanya mengumpat di tengah ruang sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Tapi sosoknya tidak pernah terlihat
Saat itu Raib menganggap orang tuanya hanya berpura-pura tidak lihat, tapi lama kelamaan ia menyadari. Tubuhnyalah yang menghilang.

Raib mempunyai teman dekat, namanya Seli. Teman lainnya yaitu Ali, walaupun awalnya Ali itu menyebalkan, gayanya urak-urakan, sering dihukum guru dan Raib serta Seli tidak menyukainya, seiring berjalannya waktu mereka menjadi sahabat. Disamping keburukannya itu, Ali sebenarnya cerdas bahkan bisa dibilang genius.

Yang saya rasakan ketika membaca novel ini awalnya membosankan. Cerita hanya begitu-begitu saja, Raib sarapan, berangkat sekolah, pulang naik angkutan umum bersama Seli.

Belum lagi ada beberapa adegan yang menurut saya hanya untuk menambah tebal halaman seperti misalnya saat mesin cuci di rumah Seli rusak dan mama Seli memutuskan untuk beli mesin cuci baru yang sama dengan miliknya yang rusak itu. keesokan harinya mesin cuci itu rusak dan mama seli meminta penjual elektronik itu mengganti dengan yang baru.

Dan adegan tidak penting yang kedua ketika ayah Seli ada masalah di kantor dan harus pulang larut malam setiap harinya.
Saya kira semua ini nantinya akan ada hubungannya dengan adegan-adegan selanjutnya tapi ternyata tidak.

Cerita mulai menarik ketika Raib, Seli, dan Ali berada di dunia paralel. Saat itulah baru saya semakin terpacu untuk membaca halaman demi halaman. Kita akan diantar kepada dunia imajinasi yang dibuat Tere Liye. Penjelasan tentang teknologi-teknologi canggih yang sebenarnya memang tidak ada di dunia ini, sangat mudah dimengerti.

Ini adalah novel fantasi pertama yang saya baca dari seorang penulis lokal, dan sentuhan dari Tere Liye jarang ada yang mengecewakan.

Saya berikan nilai 3.99/5 

Review buku : Spring in London




Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena… yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.
                Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kau berikan?
                Apakah kau akan menerima pengakuanku?
                Apakah kau akan percaya padaku?
                Apakah kau akan menatapku seperti ini?
                Tersenyum padaku seperti ini?
                Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?
                Meninggalkanku?
                Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.
                Jangan pergi dariku.
                Tetaplah di sisiku.
               
Spring In London adalah novel keempat dari Ilana Tan. Seri terakhir dari seri 4 seasons yang sebelumnya sudah terbit lebih dahulu, Summer In Seoul, Autumn In Paris, dan Winter In Tokyo.

Sebenarnya saya sudah membaca novel ini 2 tahun yang lalu. Tapi 2 tahun lalu saya belum tertarik dalam dunia kepenulisan dan blog ini juga belum dilahirkan. Berhubung sekarang saya lagi liburan dan punya banyak waktu luang, saya memutuskan untuk membaca ulang sekaligus menulis review singkatnya. Ya hitung-hitung buat nambah postingan di blog hehe

Jo In-Ho atau bisa dipanggil Danny Jo adalah seorang artis tampan dari Korea Selatan. Selain dunia model, dia juga sedang berusaha melebarkan sayapnya menjadi sutradara video musik. Karena kesibukkannya itu, ibunya mengganggap Danny tidak sempat untuk bersosialisasi dengan wanita, yang membuat ibunya tidak pernah menyerah untuk mengenalkan Danny dengan anak perempuan sahabatnya, atau saudara perempuan kenalannya.

Suatu hari Danny Jo diminta untuk membintangi video musik dari temannya, Jung Tae-Woo. Syutingnya sendiri akan dilakukan di London. Yang menjadi lawan main dari Danny adalah seorang wanita Jepang keturunan Indonesia, Naomi Ishida.

Anehnya, Naomi selalu menghindar dari Danny seakan Danny adalah seekor kecoa terbang. Danny berpikir Naomi membenci atau tidak menyukainya, tapi lambat laun ia tahu bahwa Naomi bukan hanya menghindarinya tapi ia memang berjaga jarak dengan setiap pria di kehidupannya – kecuali chris, teman satu flat Naomi yang notabenenya seorang gay – selain chris, ada juga Julie teman satu flat Naomi lainnya.

Batu yang keras bisa berlubang jika kejatuhan tetes air terus menerus, begitu juga Hati Naomi. Dinding kuat di hati Naomi berhasil dilubangi oleh Danny. Lama kelamaan merekapun menjadi dekat, setidaknya sebagai teman.

Datanglah Miho – salah satu teman baik Naomi – yang dijodohkan oleh ibu Danny. Entah mengapa kedekatan Danny dan Miho membuat Naomi tidak nyaman, padahal ia hanya Danny hanya berteman saja.
Pada suatu pesta, muncul Kim Dong Min yang mengingatkan Naomi pada masa lalu kelamnya. Hingga akhirnya nanti akan terkuak masa lalu Naomi yang menyebabkan ia sangat tertutup pada semua pria disekelilingnya.

Menurut saya jika dibanding dengan tetralogi 4 seasons yang lainnya ceritanya kurang nendang, sudah bisa terbaca jalan ceritnya akan kemana. Tapi seperti biasa, Ilana berhasil membuat cerita dengan gaya bahasanya yang mengalir sangat mudah untuk diikuti. Membuat pembaca tidak akan jenuh membaca bukunya lama-lama. 

saya berikan nilai 3,94/5 untuk buku ini


Sosok Dibalik Nama Ilana Tan

Sosok Dibalik Nama Ilana Tan

Bagi pecinta novel romance remaja atau metropop pasti banyak yang mengenal nama ini, namun sangat sedikit yang mengenal sosoknya.

Ilana Tan adalah salah satu penulis favorit saya. Ilana Tan merupakan penulis yang sudah menulis 5 novel. Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Spring in London 4 novel ini biasa dikenal dengan tetralogi 4 seasons –  yang mana karakternya memiliki relasi dan yang terakhir yaitu Sunshine Become You. Kebetulan saya sudah pernah membacanya semua, walaupun semua itu saya pinjam dari teman (kecuali Spring In London). Sebelumnya terimakasih untuk teman-teman sekelas saya dulu, Almaas Nadhifta, Sarah Nanda Meirizki dan Reydita Annisa Arsy yang meminjamkan novel Ilana Tan yang secara tidak langsung mengenalkan saya pada karya Ilana Tan. 
Sampai saat ini karyanya yang menjadi favorit saya adalah Sunshine Become You, novel yang saya yakin bisa membuat hati pembacanya terenyuh.

kembali mengorek sosok Ilana Tan, sebenarnya tidak banyak yang bisa digali dari kehidupan pribadinya. Di deskripsi tentang penulis pada halaman terakhir ia hanya menuliskan

Pada Summer in Seoul
“Summer in Seoul adalah karya pertama Ilana Tan yang berbentuk novel, selain berbagai cerpen. Ia penggemar film, buku, dan bahasa asing. Kini Ilana Tan menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya”

Pada Autumn in Paris
“Autumn In Paris adalah novel kedua Ilana Tan. Novel pertamannya Summer In Seoul juga diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Selain menulis, Ilana juga menikmati film, buku, dan bahasa asing. kini Ilana menetap di Jakarta dan bekerja di bidang yang disukainya”

Selesai. Hanya itu.
Tidak ada foto, tidak ada lahir dimana, tanggal berapa, lulusan mana dan lainnya. Benar-benar misterius.
Sosoknya sangat misterius, membuat orang bertanya-tanya “Siapa sih Ilana Tan ?” “dia laki-laki atau perempuan ?” “apa pula pekerjaannya ?”
Saya coba untuk bertanya pada rumput yang bergoyang, namun tidak ada jawaban. Saya pun mengalihkan pertanyaan pada google, google tetap tak mampu menjawab.

izinkan saya untuk menerka-nerka bak detektif handal

Sepertinya Ilana Tan hanya merupakan nama samaran mengingat sosoknya yang tidak mau dipublikasi. dia seorang perempuan dan keturunan Chinese karena nama belakangnya keturunan marga “Tan”. Kalau melihat di akhir deskripsi di novelnya ia menuliskan bekerja di bidang yang disukainya, Pekerjaannya mungkin di bidang penulisan, bisa jadi editor atau semacamnya.
Lalu dia menyukai traveling atau mungkin memang pernah tinggal lama di luar negeri, sebab semua novelnya berlatar di luar negeri.
Terkaan yang terakhir bisa jadi ia menyembunyikan identitasnya karena dia adalah pembunuh bayaran dan sedang masuk radar pencarian CIA. hahaha…yang ini tidak serius.

Saya tekankan sekali lagi itu cuma terkaan saya semata ya. Sama sekali tidak teruji kebenarannya.

Jelas sekali disini bahwa Ilana Tan tidak mau sosoknya dikenal secara pribadi, ia lebih suka dikenal lewat karya-karyanya yang muncul permukaan. Sungguh penulis yang jarang ditemui di zaman sekarang, padahal banyak orang yang menulis agar bisa dikenal masyarakat.

Meski tidak aktif di jejaring social, meski tidak tercantum best seller di cover novel, novelnya adalah salah satu novel best seller. Spring in London yang saya beli sekitar 2 tahun lalu saja merupakan cetakan kesebelas: November 2011.

Untuk gaya kepenulisannya, saya sangat suka bagaimana Ilana Tan menyampaikan pada pembaca. Gaya bahasa yang selalu baku, namun tidak kaku. Setiap katanya mudah dicerna, sederhana, namun tidak minim kata. Mudah mengalir tanpa harus tersendat.

Dengan cerita yang konfliknya menurut saya sebenarnya sudah umum, tapi ia bisa membuat cerita menjadi berbeda dari yang biasa, tentunya dengan ide-idenya yang dikembangkan dan gaya penulisan yang mengalir tadi.

Wanita Sejuta Senyuman "Stella Cornelia"


"Dengan senyuman aku akan menaklukan dunia, namaku Stella"
Stella Cornelia Winarto atau sering dipanggil cici Stella lahir di Semarang, 3 November 1994. saat audisi cewe berjodiak scorpio ini mendapat nomor audisi 48.
"sebelumnya deg-degan dulu kan di panggil satu-satu buat yang kepilih, lega banget trus pas yang abis disebutin seneng aja bisa masuk JKT48. jadi semoga kedepannya bisa maju bareng sama temen-temen yang lain di jakarta 48" ujar stella saat mengetahui dirinya terpilih menjadi member JKT48


awal dia masuk JKT48 sebenarnya dengan cara tidak sengaja, awalnya dia ingin mengikuti casting iklan tapi malah masuk ke audisi dan akhirnya keterima di JKT48. sebelum menjadi member Stella adalah model dan hobinya juga menyanyi jadi dunia entertein sudah tidak asing lagi baginya.

selain bernyanyi dia juga mempunyai hobi olahraga seperti futsal, badminton dan basket. cewe yang mempunyai golongan darah O ini juga jago dance loh...shuffle dance lebih tepatnya.



cici mempunyai adik yang juga merupakan salah satu member di JKT48, namanya adalah Sonia Natalia.



                                                           
 Stella sangat menyukai fashion-fashion klasik (vintage)




disamping dia sedang menuntut ilmu komunikasi di universitas ****** dan menjalani rutinitas di theater JKT48 yang berlokasi di fx, kini cici juga sedang melebarkan sayapnya ke dunia akting dan dia akan membintangi serial televisi  berjudul "Bima Satria Garuda" yang akan ditayangkan di RCTI tanggal 30 juni mendatang...

pas sign event tanggal 1 juni saya juga sempet dapet tanda tangan Stella. Thank You stel


10 match ban for Suarez. is it fair...?




Seperti yang kita ketahui saat pertandingan Liverpool vs Chelsea Minggu, 21 April 2013 lalu terjadi insiden yang tidak sportif yang dilakukan oleh pemain Liverpool, Luis Suarez. Aksi penggigitan ini terlepas dari penglihatan wasit sehingga suarez terhindar dari sanksi di lapangan. Terhindar dari sanksi di lapangan bukan berarti dia akan terhindar pula dari sanksi Asosiasi Sepakbola Inggris atau biasa disebut FA. Tepat 3 hari setelah pertandingan FA menjatuhkan sanksi yaitu Suarez di hukum tidak bermain dalam 10 pertandingan Liverpool selanjutnya, itu berarti dia tidak akan bermain pada sisa 4 pertandingan musim ini dan 6 pertandingan musim depan. WOW.

Pertanyaannya adalah apakah ini cukup adil untuk hukuman penggigitan yg dilakukan Suarez, seringkali FA memberikan hukuman yang tidak wajar kepada striker the reds ini coba kita bandingkan kasus Suarez dengan pelanggaran-pelanggaran yang pernah terjadi di liga Inggris lainnya


1. Penggigitan Defoe kepada Marcherano 

pada tahun 2006 silam, terjadi aksi yang sama seperti yang dilakukan suarez. Tapi actor utamanya adalah jermain defoe yang bermain bersama tottenham hotspurs. Defoe melakukan penggigitan kepada Javier Marcherano yang kala itu bermain di West Ham dan Defoe hanya mendapat kartu kuning dari wasit tanpa ada larangan bertanding dari FA. Are you kidding me, FA ?

2. Tendangan Hazard ke seorang ball boy 

Ketika pertandingan Chelsea vs Swensea city lalu, eden Hazard melakukan tindakan kekerasan. Pada menit ke 80’ seorang ball boy yang seharusnya memberikan bola ketika bola keluar lapangan tetapi dia malah menjaga dan terkesan membuang waktu. Hazard pun tampak kesal dan langsung mendaratkan tendangan ke rusuk bocah ball boy tadi hingga ia tersungkur ke tanah. Memang karena tindakkan ini hazard langsung diberikan kartu merah oleh wasit. Tapi FA hanya memberikan hukuman 3 KALI larangan bertanding untuk tindakan kekerasan yang bisa mencederai sang ball boy ini, ckckck

3.  Tackle 2 kaki Aguero

di semifinal Piala FA antara Chelsea kontra Manchester City, Minggu 14 April 2013, Aguero menackle kearah paha david luiz, namun wasit yang memimpin jalannya hanya memberikan tendangan bebas untuk Chelsea. Padahal jelas-jelas Aguero tidak mengincar bola dan itu termasuk pelanggaran berbahaya dan layak untuk diganjar kartu merah dan hukuman larangan bertanding. Dan asosiasi sepakbola inggris ini menganggap tendangan bebas yang diberikan wasit sudah cukup dan tidak ada larangan atau denda untuk Aguero.

4. Rasisme John Terry 

Dan inilah yang paling mencolok. Oktober 2012 lalu saat Chelsea kontra QPR John Terry tebukti melontarkan nada Rasialis kepada Anton Ferdinand. FA pun mendakwa kapten Chelsea ini dengan denda £2.500 atau sekitar Rp36 juta dan larangan 4 pertandingan. Bandingkan dengan kasus serupa yang dilalukan Luis Suarez terhadap pemain Manchester United Patrik Evra, FA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 8 PERTANDINGAN dan denda sebesar £40.000 atau Rp583 juta. AMAZING

Melihat perbandingan di atas apa FA sudah cukup adil dalam menjatuhkan hukuman ??

menurut saya sendiri FA memberikan hukuman bukan memandang dari apa yang dilakukan pemain, tapi lebih tertuju pada siapa yang melakukan tindakan menyimpang itu, sebagaimana yang kita tau disamping skillnya dalam meliak liuk pertahanan lawan, suarez memang pemain yang terkenal dengan banyak tindakan controversialnya

jatuh bangun Liverpool

"Jika kamu tak mampu menerima kekalahan, maka kamu tak akan mampu merayakan kemenangan" -Steven Gerrard
"if you can't support us when we draw or lose, don't support us when we win" -Bill Shankly 
mungkin 2 kata-kata inilah yang sering didengar dan sering dikatakan oleh para pendukung liverpool akhir-akhir ini melihat performa liverpool yang 'hobi' kalah. 

pada kenyataannya Liverpool merupakan tim yang hebat. 18 gelar liga Inggris, 5 gelar liga champion, 8 gelar liga, 3 gelar liga eropa, dan 3 kali juara piala super eropa, setidaknya itulah bukti kebesaran tim yang terletak di kota pelabuhan ini. tidak ada klub Inggris yang mampu menyaingi gelar yang dimiliki liverpool pada masa kejayaannya saat itu

memasuk tahun 1990 ke atas, disinilah performa liverpool mulai menurun. Liverpool belum pernah juara lagi semenjak era baru primer league. kedatangan Sir Alex Fergusen ke Manchester United yang notabennya adalah pesaing kuat Liverpool, membawa perubahan pada permainan MU. sehingga klub besutan Sir Alex ini dapat merajai Inggris dan mengalahkan gelar yang dimiliki Liverpool. sebagaimana kita tau Manchester United ini sudah menambah gelar ke 20 nya setelah mengalahkan Aston Villa pada hari Selasa, 23 April 2013 lalu. sementara Liverpool sendiri hanya mampu menjadi (hampir) jawara alias runner up pada musim 2001-02 dan 2008-09 dibawah Arsenal dan Manchester United

tahun 2005 liverpool berhasil membawa pulang trophy bergengsi Liga Champion lewat pertandingan yang dramatis dan sulit dipercaya kontra AC Milan. setidaknya trophy inilah yang menyelamatkan muka Liverpool  dari keterpurukannya. banyak pernyataan yang beranggapan Liverpool akan kembali ke jalur juara setelah menjadi jawara liga champion itu. tapi kenyataan yang ada malah sebaliknya. liverpool makin terpuruk di liga lokal maupun di international. dan puncak keterpurukan liverpool adalah pada tahun 2009. dimana liverpool yang biasanya menjadi langganan peserta liga champion posisinya tergusur dan hanya bisa bermain di liga eropa. 

keadaan ini tentunya membuat para fans Liverpool merasa khawatir dan cemas. ini sangat wajar, karena sebagai pendukung sepak bola pasti kita ingin melihat tim kebanggannya selalu menang dan mendapatkan banyak trophy. tapi disinilah kesabaran kita sebagai fans diuji. 

"You'll Never Walk Alone" 
semboyan inilah yang menyatukan semua fans Liverpool dari seluruh dunia. yang membedakan fans liverpool dengan fans tim lainnya. YNWA inilah yang dapat membuat merinding dan akan meneteskan air mata  kepada siapa orang yang menyanyikannya.
 "at the end of the storm, is a goldan sky" bagian dari lirik lagu you'll never walk alone yang artinya "di akhir badai akan ada langit emas" mungkin maksudnya adalah di akhir kegelapan akan ada langit yang cerah. sama seperti keadaan liverpool saat ini.

saya percaya dengan melihat kinerja Brandon Rodgers, manejer Liverpool saat ini, Liverpool akan kembali ke jalur juara dan ditakuti oleh setiap lawannya pada 2 atau 3 tahun kedepan. karena pelatih muda ini mengembangkan talenta muda Liverpool seperti Raheem Sterling, Jonjo Selvey, Suso, Martin Kelly dan Andre Wisdom. ditambah dengan pemain mudah yang sudah mempunyai jam terbang yang dibeli dari klub lain seperti Joe Allen, Coutinho, Sturridge. 

Hal ini seperti kita sedang menanam bibit unggul. jika disirami terus menerus dan dibantu cahaya ultraviolet yang dihasilkan matahari maka bibit unggul ini akan tumbuh menjadi tumbuhan yang subur dan memiliki banyak buah, kita hanya tinggal memetik buahnya saja dan menikmatinya. 

inilah alasan mengapa disaat keterpurukan Liverpool saya masih yakin Liverpool akan menjadi juara di kejuaraan lokal maupun internasional
"Olahraga bukan hanya tentang kesuksesan, tetapi ini juga tentang keterpurukan. Dan terkadang keterpurukan ini yang membantu Anda untuk kembali bangkit dan sukses." Gerrard

YOU'LL NEVER WALK ALONE







Futsal Spare7


tidak sengaja menemukan artikel yang mencantumkan nama saya di internet. padahal artikel ini udah lama, tapi saya baru melihat sekarang. artikel ini bukan tentang artikel yang memberitakan "pemerkosaan yang dilakukan oleh siswa SMA" atau sejenisnya. ini cuma artikel lagi maen futsal kok . saya juga membetulkan beberapa kalimat di artikel ini karena ada beberapa yang salah. ini waktu lagi mengikuti turnamen futsal di FKM UI yang dinamai spare7.


publish on july 01,2011
Jemmy usai mencetak gol

Pertandingan kedua ini mempertemukan tim dari SMAN 2 Depok melawan MAN 7 Jakarta. Di awal
pertandingan kedua tim tampah masih sangat berhati-hati. Kedua tim memeragakan permainan dengan tempo lambat.
Lima menit babak pertama berjalan, MAN 7 mulai mengendalikan tempo permainan dan menghasilkan gol pertama mereka melalui kaki pemain bernomor punggung 14.Hanya dibutuhkan 1 menit, SMAN 2 Depok berhasil mengejar ketertinggalannya. Pemain bernomor punggung 23 berhasil melewati pemain belakang MAN 7 Depok sebelum melesakkan gol. SMAN 2 Depokk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Selama sisa waktu di babak pertama ini,kedua tim memberikan ancaman bagi masing-masing lawannya, namun hasil imbang terus bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua tidak menunjukkan banyak perubahan dibandingkan babak pertama. Kedua tim terlihat kesulitan dalam menjebol gawang lawan. Hingga pada menit 25, pemain dari SMAN 2 Depok memberikan angin segar bagi timnya setelah melahirkan gol keunggulan atas MAN 7, sehingga skor berubah menjadi 2-1. Keunggulan SMAN 2 Depok atas MAN 7 Jakarta bertahan sampai babak kedua ini usai dan menunjukkan bahwa SMA 2 Depok lah yang berhak untuk lolos ke babak selanjutnya.

"repost from http://footsal5.com/spare7/menang-tipis-sma-2-depok-melaju/"